UMKM Bantul Ekspor Produk Home Decor ke Pasar Amerika dan Eropa 

Bantul, suarapasar.com : Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti melepas Ekspor Produk Home Decor Bantul ke Pasar Amerika dan Eropa di CV Palem Craft Jogja, Trirenggo, Bantul, Rabu (26/11/2025).

CV Palem Craft Jogja resmi melepas ekspor produk home decor dengan nilai per kontainer mencapai 25.000-30.000 USD.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti, mengapresiasi pendekatan kreatif yang diterapkan oleh UMKM daerah dalam mengolah material sisa menjadi produk baru yang bernilai.

 

“Kami apresiasi kepada Palem Craft atas segala inovasi yang selama ini sudah dilakukan, tadi kami melihat dari hulu hingga hilir, dimana prosesnya itu sangat menekankan betapa pentingnya sustainability, menciptakan produk dari from one end to the other hingga jadi limbah bisa difungsikan kembali untuk menciptakan produk yang baru. Jadi ini sangat luar biasa dan pasarnya luas sekali. Hari ini kita akan melepas ekspor ke Amerika dan juga ke Belgia, kurang lebih nilainya 30.000 USD,”ujar Dyah.

Selama satu tahun hingga November ini, Palem Craft telah mengekspor 3 hingga 4 kontainer produk home decor ke sejumlah negara. Dimulai dengan seremoni pengiriman ke Amerika Serikat diikuti ekspor berikutnya menuju Perancis dan Belgia dengan nilai per kontainer mencapai 25.000-30.000 USD.

 

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian UMKM daerah Kabupaten Bantul.

 

“CV Palm Craft berhasil melanjutkan ekspornya ke Amerika dan Eropa untuk produk-produk buatan asli warga Bantul. Buatan asli Indonesia yang ini akan mengukuhkan posisi industri kreatif kita di kancah internasional,” ungkapnya.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati menegaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY mendorong UMKM dari Daerah Istimewa Yogyakarta untuk semakin aktif masuk ke pasar internasional sebagai bagian dari program strategis penguatan ekspor.

 

“Bahkan di tahun 2024 kemarin meningkat kurang lebih 12% sekian. Sehingga kami sangat mendorong teman-teman UMKM dari Daerah Istimewa Yogyakarta untuk bisa ekspor. Itu merupakan salah satu program strategis yang dicanakan oleh Kementerian Perdagangan,” tegasnya.

 

Penguatan UMKM DIY juga sudah dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan.

 

“Kami inisiasi dengan penguatan-penguatan UMKM yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya dengan pelatihan dan pembinaan untuk UMKM bisa ekspor unggul, paling banyak memang ada di daerah Kabupaten Bantul untuk ekspor kita. Jadi dari 4 Kabupaten dan 1 Kota ini memang Kabupaten Bantul luar biasa. Dari produk kerajinan, meubel dan tekstil mendominasi dari Kabupaten Bantul,” pungkas Yuna. (wds/drw)