Bantul, suarapasar.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kampung Pancasila Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, berlangsung meriah melalui gelaran Festival Wayang Beber Pancasila 2026 yang mengusung tema “Aku Bumi: Kebangkitan Warisan Nusantara untuk Masa Depan Indonesia”. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Museum Wayang Beber Sekartaji ini menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai Pancasila, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Festival menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat lintas generasi, mulai dari lomba mewarnai Wayang Beber, lomba bercerita Wayang Beber, sarasehan kebudayaan, kirab dan merti Wayang Beber Pancasila, hingga pementasan ketoprak. Ratusan peserta turut ambil bagian dalam lomba mewarnai Wayang Beber, sementara hasil karya mereka dipamerkan di sepanjang pagar jalan Kampung Pancasila sehingga dapat dinikmati masyarakat dan para pengunjung.
Salah satu agenda utama festival adalah Kirab dan Merti Wayang Beber Pancasila yang tahun ini mengangkat tema pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan diawali dengan pementasan Wayang Beber Pancasila di Pendopo Museum Wayang Beber Sekartaji yang dibawakan oleh dalang Wayang Beber, Indra Suroinggeno. Dalam pementasan tersebut, Indra mengisahkan perjalanan Sang Hyang Sutasoma yang dikenal sebagai sumber lahirnya semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai yang menjadi fondasi Pancasila.
Usai pementasan, peserta mengikuti kirab budaya dengan membawa berbagai tanaman serta replika Burung Garuda Pancasila sebagai simbol kehidupan, persatuan, dan kecintaan terhadap alam. Kirab semakin semarak dengan kehadiran patung Garuda berukuran besar serta ogoh-ogoh Purusada yang melambangkan kerusakan lingkungan akibat perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
Di penghujung kirab, masyarakat disuguhi pertunjukan teatrikal yang menggambarkan pertarungan antara Sang Hyang Sutasoma bersama Garuda dan para Pejuang Bhinneka melawan Raja Gelap Purusada. Dalam adegan tersebut, Purusada digambarkan membawa berbagai sampah plastik sebagai simbol pencemaran dan perusakan lingkungan. Anak-anak yang tampil sebagai representasi generasi masa depan kemudian mengusir dan mengalahkan Purusada sebagai pesan bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama.
Penggagas Festival Wayang Beber Pancasila sekaligus dalang Wayang Beber, Indra Suroinggeno, mengatakan tema lingkungan dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan ekologis yang saat ini dihadapi masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Melalui pendekatan budaya dan kesenian tradisional, masyarakat diajak memahami bahwa merawat lingkungan merupakan tanggung jawab moral sekaligus tanggung jawab kebangsaan.
“Melalui budaya, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dapat disampaikan dengan lebih dekat dan mudah diterima masyarakat. Merawat bumi adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ujar Indra.
Melalui Festival Wayang Beber Pancasila 2026, Kampung Pancasila Sumbermulyo dan Museum Wayang Beber Sekartaji berharap warisan budaya Nusantara terus hidup dan menjadi media edukasi yang relevan dalam menjawab berbagai tantangan masa depan, termasuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, yang hadir langsung dalam acara tersebut bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat budaya. Festival diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat karakter kebangsaan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan melalui pendekatan budaya lokal.(prg,wur)








