Jelang Armusna, Jemaah Haji Aisyiyah DIY Dapat Pembekalan Intensif

Makkah, suarapasar.com — Menjelang pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), seluruh jemaah haji mulai mendapatkan pembekalan dari pihak sektor dan ketua kafilah Aisyiyah DIY. Tahapan Armuzna menjadi inti dari rangkaian ibadah haji yang akan dijalani seluruh jemaah pada pekan depan.

Jemaah dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada 8 Dzulhijah untuk menjalani mabit atau menginap. Selanjutnya pada 9 Dzulhijah, jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Haji adalah Arafah.”

Setelah wukuf, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit pada malam hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina pada pagi 10 Dzulhijah guna melaksanakan lempar jumrah Aqabah. Kemudian pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah, jemaah melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah, sebelum kembali ke Makkah.

Menghadapi rangkaian ibadah Armuzna yang cukup berat, pihak sektor mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan dan stamina masing-masing. Jemaah juga diimbau tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah yang berlebihan, seperti selalu melaksanakan salat lima waktu di Masjidil Haram ataupun melakukan umrah sunnah berkali-kali.

Selain itu, jemaah diminta selalu mengenakan kartu nusuk ketika keluar hotel. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tahun ini menerapkan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh jemaah haji.

Jika terdapat jemaah yang tidak membawa kartu nusuk, maka akan langsung diarahkan keluar menuju Jeddah. Pemeriksaan dilakukan berulang di beberapa titik menuju Masjidil Haram sehingga seluruh jemaah diminta lebih disiplin dalam mematuhi aturan tersebut.

Pihak pembimbing juga mengingatkan agar jemaah tidak bepergian sendirian, khususnya bagi jemaah perempuan, demi menjaga keselamatan selama berada di Tanah Suci.

Di sisi lain, Prof. Sukamta yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten mengingatkan pentingnya meluruskan niat dan menata hati agar ibadah haji yang dijalani dapat diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur.

Prof. Sukamta juga meminta jemaah terus mengulang manasik haji serta menghindari sikap rafats, jidal, dan fusuk selama menjalankan ibadah. Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak mudah mengomentari cara ibadah orang lain selama berada di Tanah Suci.

Laporan ini disampaikan Tri Suyutiyanto selaku Karom 4 dari Tanah Suci Makkah.(prg,wur)