Youth Mental Health Summit DIY 2026, Remaja Yogya Buktikan Bukan “Generasi Strawberry”

Yogyakarta, suarapasar.com — Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan kesehatan mental yang semakin kompleks, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Tekanan akademik, persoalan sosial dalam keluarga, hingga paparan media sosial yang terus menerus dinilai menjadi faktor yang memengaruhi kondisi psikologis remaja.

Sekolah disebut menjadi salah satu pihak paling penting dalam membangun sistem kesehatan mental yang lebih komprehensif dan berbasis komunitas. Karena itu, diperlukan gerakan kesehatan mental yang tidak hanya melibatkan tenaga profesional, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif remaja sebagai agen perubahan dan dukungan sebaya.

Berangkat dari semangat tersebut, para siswa SMA Masa Depan menginisiasi Youth Mental Health Summit DIY 2026 yang akan digelar pada 16–17 Mei 2026 di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi gerakan berbasis remaja atau peer-led movement untuk membangun kesadaran, kepedulian, dan aksi nyata dalam mendukung kesehatan mental pelajar.

Melalui kegiatan ini, remaja SMA Masa Depan ingin membuktikan bahwa generasi muda bukanlah “generasi strawberry” yang rapuh menghadapi tekanan, melainkan generasi yang mampu tumbuh menjadi pribadi tangguh, peduli, dan berani mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sosial di sekitarnya.

Salah satu program utama yang akan dijalankan dalam summit tersebut adalah implementasi Program Peer Counselor se-DIY. Program ini bertujuan membentuk jaringan konselor sebaya di berbagai SMP dan SMA di Yogyakarta melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan di bawah supervisi CPMH Psikologi UGM dan Disdikpora DIY.

Sebanyak 250 peserta dari SMP dan SMA se-DIY akan dibekali keterampilan active listening, empati, komunikasi efektif, etika pendampingan sebaya, hingga prinsip pertolongan pertama pada luka psikologis atau Look, Listen, Link. Setelah pelatihan, para siswa diharapkan menjadi agen kesehatan mental di sekolah masing-masing dan membangun jejaring secara berkelanjutan.

Selain fokus pada kesehatan mental remaja, summit ini juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam mendukung keluarga dengan disabilitas melalui program “Spirit of Hope Inclusion & Nurturing Equality” (SHINE). Program tersebut berupa pendampingan anak dengan Cerebral Palsy (CP) oleh relawan remaja melalui kunjungan rumah dan stimulasi dasar secara berkala.

Semangat voluntarisme dalam program SHINE yang telah dimulai sejak 2025 bekerja sama dengan Wahana Keluarga Cerebral Palsy DIY kini diperluas ke seluruh DIY. Sebanyak 250 relawan SMP dan SMA akan mendapatkan pelatihan langsung dari penyandang Cerebral Palsy agar memiliki kemampuan komunikasi yang tepat dalam membantu keluarga disabilitas.

Youth Mental Health Summit DIY 2026 juga menghadirkan AMSAC Vol. 3 (Adolescent Mental Stability Advocate Competition), kompetisi advokasi kesehatan mental remaja dengan kategori essay, cerpen, debat, reels, hingga ilustrasi kreatif. Kompetisi ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan terkait isu kesehatan mental secara kreatif dan inklusif.

Setelah sebelumnya berhasil menjaring lebih dari 400 peserta dan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, AMSAC Vol. 3 tahun ini menargetkan partisipasi lintas negara dari Indonesia, Malaysia, Australia, dan Filipina.

Melalui gerakan ini, SMA Masa Depan berharap dapat mendorong lahirnya ekosistem kesehatan mental pelajar yang lebih inklusif, suportif, dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa remaja Indonesia memiliki kapasitas besar untuk menjadi penggerak perubahan sosial yang nyata.

Dikarenakan Summit kali ini mengambil lokasi di Kota Yogyakarta, acara ini akan dibuka oleh Walikota Yogyakarta. Pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026, jam 13.00. Dimeriahkan bintang tamu Fatih Acapella, salah satu ‘legenda’ di skena acapella Jogja, yang sudah eksis sejak 2002, sampai berbagai acara di TV nasional.(prg,wur)