Jasa Raharja DIY Libatkan Aparatur Desa dan Karang Taruna dalam Edukasi Keselamatan Transportasi

Sleman, suarapasar.com — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta melaksanakan kegiatan Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa di Kantor Kapanewon Depok, Rabu (20/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan transportasi dan pencegahan kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta Regy S Wijaya, Kepala Bagian Operasional Eko Mulyanto, Kasubag Pelayanan Septian Gunawan, Staff Keuangan, Akuntansi dan ESG Tomy Ari Wibilaksono, Panewu Kapanewon Depok Rakhmat Harinawan, Kasubditkamsel Polda DIY AKBP Widya B. Mustikaningrum, serta Supervisor Training Astra Honda Muhammad Ali Iqbal.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi di wilayah D.I. Yogyakarta.

Melalui kegiatan tersebut, aparatur desa dan anggota karang taruna di wilayah Kapanewon Depok diberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan transportasi, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta langkah-langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, peserta juga didorong untuk menjadi agen keselamatan lalu lintas di lingkungan masing-masing sehingga mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran aparatur wilayah dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di wilayah D.I. Yogyakarta. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan transportasi, angka kecelakaan lalu lintas diharapkan dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib.

Regy S Wijaya selaku Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan intensifikasi keselamatan transportasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan lalu lintas yang dimulai dari lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan aparatur kecamatan, desa, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi keselamatan transportasi secara langsung kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan kecelakaan dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait. Karena itu, kolaborasi antara Jasa Raharja, pemerintah wilayah, kepolisian, dan sektor swasta dinilai sangat penting dalam menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan berkendara.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan aparatur desa dan karang taruna mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Regy berharap kegiatan edukasi keselamatan transportasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai wilayah D.I. Yogyakarta. Ia menilai peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas menjadi salah satu kunci utama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.(ags,prg)