“BARAK RAJA” Inovasi Guru SD Negeri 4 Wates Cegah Perundungan di Sekolah

Kulon Progo, suara pasar.com : SD Negeri 4 Wates terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan melalui inovasi pendidikan karakter bertajuk “BARAK RAJA”. Program yang merupakan akronim dari Bangun Empati, Raih Kebersamaan, Atasi Resiko, dan Jalin Relasi tersebut dikembangkan sebagai strategi membangun budaya sekolah positif sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

Kepala SD Negeri 4 Wates, Harni Astuti, menjelaskan inovasi BARAK RAJA dilatarbelakangi kondisi sekolah yang berada di pusat Kota Wates dengan keberagaman latar belakang sosial, budaya, dan agama peserta didik, sekolah menghadapi dinamika sosial yang cukup kompleks.

“Evaluasi internal menunjukkan adanya kasus perundungan verbal, fisik, maupun sosial yang memengaruhi motivasi belajar siswa. Kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya inovasi BARAK RAJA sebagai solusi nyata dan terintegrasi ” kata Harni Astuti di kantornya Senin (25/5/2026).

Harni juga menyebut inovasi itu lahir dari refleksi terhadap meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar yang berdampak pada rasa aman dan kenyamanan peserta didik.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa rasa takut.

“Penanganan perundungan tidak cukup hanya dengan hukuman. Diperlukan pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan berkelanjutan agar anak benar-benar memahami nilai empati dan saling menghargai,” imbuhnya.

Melalui program tersebut, sekolah melaksanakan berbagai langkah konkret. Pada aspek Bangun Empati, sekolah menyelenggarakan sosialisasi anti bullying, deklarasi cap tangan anti perundungan, seminar parenting, serta program “Orangtua Inspiratif” yang melibatkan wali murid berbagi pengalaman positif kepada siswa.
Sementara pada aspek Raih Kebersamaan, sekolah menghadirkan program “Teman Bicara” sebagai ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan dan masalah yang dihadapi. Adapun pada aspek Atasi Resiko, sekolah menerapkan dialog restoratif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam penyelesaian masalah secara kolaboratif.

Sekolah juga melakukan survei kepuasan warga sekolah serta edukasi pencegahan bullying melalui kuis interaktif berbasis digital. Sedangkan aspek Jalin Relasi diwujudkan melalui workshop guru inspiratif, jurnal karakter siswa berbasis Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta komunikasi intensif dengan orang tua untuk memantau perkembangan karakter anak.

Implementasi program BARAK RAJA menunjukkan dampak positif terhadap iklim sekolah. Peserta didik menjadi lebih berani berbicara, peduli terhadap teman, serta mampu menghargai perbedaan. Guru juga semakin responsif dalam menangani konflik dan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran sehari-hari.

“Selain menurunkan kasus perundungan, program tersebut dinilai berdampak pada peningkatan kualitas keamanan sekolah, penguatan karakter peserta didik, hingga capaian literasi dan numerasi sekolah,” terangnya lagi.

Keberhasilan inovasi BARAK RAJA turut mengantarkan Harni Astuti menjadi finalis nasional Apresiasi GTK 2025 kategori Kepala Sekolah Transformatif yang diselenggarakan pada 24–29 November 2025 di Jakarta. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berkarakter.

Guru SD Negeri 4 Wates, Arni Setyaningsih, menyampaikan bahwa program BARAK RAJA membawa perubahan positif dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Menurutnya, suasana belajar menjadi lebih hangat dan harmonis karena siswa mulai terbiasa menyelesaikan masalah melalui komunikasi dan empati.

“Program BARAK RAJA membuat anak-anak lebih terbuka dan peduli terhadap temannya. Guru juga merasa lebih mudah membangun komunikasi positif dengan siswa maupun orang tua. Dampaknya sangat terasa dalam suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan,” ungkap Arni Setyaningsih.

Program BARAK RAJA mulai diimplementasikan pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Sejak diterapkan, program tersebut mendapat respons positif dari siswa, guru, maupun orang tua karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan harmonis,” kata Arni lagi.

Ke depan, SD Negeri 4 Wates berkomitmen untuk terus mengembangkan program BARAK RAJA agar semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan sosial peserta didik, termasuk penguatan literasi digital untuk mencegah cyberbullying.

“Sekolah juga membuka peluang kolaborasi dan berbagi praktik baik dengan sekolah lain di Kabupaten Kulon Progo maupun daerah lainnya,” pungkasnya. (wds/drw)