Kulon Progo, suarapasar.com – Kapanewon Lendah sukses meraih predikat Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 setelah membukukan 14 gelar juara. Posisi kedua ditempati Kapanewon Galur dengan 13 gelar juara, disusul Kapanewon Samigaluh yang meraih 9 gelar juara.
Selanjutnya Panjatan dan Temon masing-masing meraih 8 juara, Pengasih 6 juara, Sentolo dan Kokap masing-masing 5 juara, Girimulyo 4 juara, Kalibawang 3 juara, Wates 2 juara, serta Nanggulan 1 juara.
MTQ Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 diselenggarakan di SMA Negeri 1 Lendah, Sabtu (4/7/2026), dengan mempertandingkan tiga cabang utama, yaitu Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, dan Kaligrafi (Khat).
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulon Progo, Drs. Jazil Ambar Was’an, yang sekaligus menyerahkan piala juara umum kepada Kapanewon Lendah. Penghargaan tersebut diterima oleh Panewu Anom Lendah, Susana Budiarti, S.Sos.
Susana menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut serta mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah mendampingi kafilah Lendah selama proses persiapan hingga pelaksanaan MTQ.
“Pada MTQ 2026 ini kami atas nama Kapanewon Lendah bersyukur, Alhamdulillah dapat menjadi juara umum. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendampingi,” ujar Susana.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Mudah-mudahan hal ini akan menjadi kebiasaan di tahun-tahun yang akan datang. Harapan kami, dengan capaian juara umum ini, pendalaman dan pemahaman generasi muda terhadap Al-Qur’an dapat terus meningkat,” katanya.
Menurut Susana, tujuan utama penyelenggaraan MTQ bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus yang memiliki pemahaman agama yang kuat.
“Harapan kami, anak-anak muda dapat semakin mencintai Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta tumbuh menjadi generasi yang religius dan beradab,” tambahnya.
Sementara itu, Asda I Sekda Kulon Progo, Drs. Jazil Ambar Was’an, menegaskan bahwa MTQ bukan hanya kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kehidupan.
“Saya kira sama dengan tatkala kita melaksanakan lomba olahraga. Di situ ada nilai-nilai kejujuran, sportivitas, perjuangan, dan berbagai nilai positif lainnya yang harus dimiliki peserta,” kata Jazil.
Ia menilai MTQ menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompetitif di masa depan.
“Ini sesungguhnya juga dalam rangka membentuk anak-anak kita agar mampu bertanding, agar mampu bersaing. Hari ini bersaing antar peserta, tetapi ke depan bangsa dan negara ini juga harus siap bersaing dengan bangsa-bangsa lain,” ujarnya.
Mengusung tema Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Menuju Masyarakat yang Berbudaya dan Religius, Jazil berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti sebagai slogan, namun benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami tentu ini tidak hanya sekadar slogan saja. Apa yang diperoleh dari MTQ ini harus bisa diterapkan, diaplikasikan, dan disosialisasikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Jazil juga memberikan apresiasi kepada LPTQ Kabupaten Kulon Progo, panitia lokal Kapanewon Lendah, dewan hakim, pembina, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQ dengan lancar.
Kepada para juara, ia berpesan agar terus meningkatkan kemampuan karena masih terdapat jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Jangan cepat berpuas diri. Prestasi ini harus terus ditingkatkan karena masih ada perlombaan di tingkat atasnya. Di atas langit masih ada langit. Ini harus menjadi penyemangat agar kita mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” pesannya.
Sedangkan bagi peserta yang belum berhasil meraih prestasi, Jazil meminta agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil MTQ sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Jangan putus asa. Jadikan ini sebagai evaluasi seberapa jauh kemampuan yang dimiliki. Yang penting adalah konsisten berlatih, karena kalau latihan dilakukan secara rutin, ketika akan bertanding kita tinggal meningkatkan intensitasnya saja,” pungkasnya.
Melalui MTQ Kulon Progo 2026 di Lendah, diharapkan lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berkualitas, siap mewakili Kabupaten Kulon Progo pada ajang tingkat DIY maupun nasional, sekaligus menjadi generasi yang religius, berakhlak, dan beradab.(prg,wur)







