KBM Harus Aman & Nyaman, Komisi 4 DPRD Kulon Progo Minta Kerusakan SD Bugel Segera Dibenahi

Edi Priyono, Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo

Kulon Progo : Bangunan baru SD Bugel di Kapanewon Panjatan yang dibangun sebagai pengganti sekolah terdampak Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menjadi perhatian DPRD Kulon Progo. Sejumlah kerusakan yang ditemukan pada gedung yang baru selesai dibangun itu dinilai perlu segera diperbaiki agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Edi Priyono, mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi bangunan sekolah tersebut. Menurutnya, berbagai kekurangan yang muncul pada gedung yang masih baru menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan pembangunan.

“Kami sangat menyayangkan karena anggaran yang digunakan tidak sedikit. Harapannya gedung baru ini bisa memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru, tetapi ternyata masih ditemukan berbagai persoalan di lapangan,” kata Edi Priyono, kepada suarapasar.com Kamis (25/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, DPRD menemukan sejumlah bagian bangunan yang memerlukan perhatian, mulai dari kondisi atap, lantai, hingga fasilitas pendukung lainnya. Salah satu yang disoroti adalah atap bangunan yang terlihat tidak rata.

“Atapnya tampak bergelombang. Ini perlu diperiksa lebih lanjut agar diketahui penyebabnya dan bisa segera diperbaiki,” ujarnya.

Edi Priyono, Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo

Selain itu, Edi juga menyoroti kondisi pintu kelas dan kamar mandi yang dinilai kurang mendukung kenyamanan siswa. Ia mengungkapkan adanya laporan siswa yang sempat terkunci saat menggunakan fasilitas sekolah.

“Ada kejadian siswa terkunci di kamar mandi maupun ruang kelas. Meski bisa diatasi, kondisi seperti ini tentu tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kenyamanan dan rasa aman anak-anak,” katanya.

Tidak hanya itu, beberapa bagian lantai disebut sudah mengalami kerusakan meski usia bangunan belum genap satu tahun. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kenyamanan siswa saat mengikuti kegiatan belajar.

“Beberapa tegel sudah rusak dan ada bagian tembok yang hasil pekerjaannya kurang rapi. Karena ini gedung baru, tentu masyarakat berharap kualitasnya lebih baik,” tutur Edi.

Menurutnya, berbagai temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena masa pemeliharaan proyek akan segera berakhir. DPRD meminta seluruh kekurangan yang ada diperbaiki sebelum tanggung jawab pemeliharaan selesai.

“Kami berharap seluruh catatan yang ditemukan dapat segera ditangani. Jangan sampai masa pemeliharaan habis sementara permasalahan di lapangan belum terselesaikan,” ujarnya.

Edi menambahkan, perhatian utama DPRD bukan pada persoalan pemberian sanksi kepada pihak pelaksana proyek, melainkan memastikan siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.

“Fokus kami adalah keselamatan dan kenyamanan peserta didik. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan mendukung proses belajar mengajar dengan baik,” tegasnya.

Saat ini pihak sekolah disebut terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan fasilitas oleh siswa sembari menunggu tindak lanjut perbaikan dari pihak terkait.

“Kami Komisi IV DPRD Kulon Progo tentu berharap seluruh kerusakan dapat segera ditangani sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terganggu,” tandas Edi yang juga mantan Lurah Bugel Panjatan ini. (wds/drw)