Kompetisi Wirausaha Muda Kulon Progo 2026 Cetak Pengusaha Inovatif, Pemkab Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Kulon Progo, suarapasar.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing melalui Kompetisi dan Pengembangan Wirausaha Muda Tahun 2026. Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi pelajar dan pemuda untuk mengembangkan ide bisnis sekaligus memperkuat kemampuan berwirausaha berbasis inovasi dan teknologi digital.

Puncak kegiatan sekaligus penutupan kompetisi digelar di Gedung Sadewa Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo, Kamis (25/6/2026).

Kepala Dinas Dikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, mengatakan kompetisi yang berlangsung sejak 23 Juni 2026 diikuti 80 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni kategori pelajar tingkat SMA/SMK/MA/SKB dan kategori pemuda yang meliputi mahasiswa, anggota karang taruna, hingga pelaku startup berusia 16–30 tahun.

“Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mendorong lahirnya generasi gerak usaha muda di Kulon Progo yang mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, mandiri, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar,” ujar Nur Wahyudi.

Selama kompetisi, peserta mengikuti berbagai tahapan mulai dari pelatihan, penyusunan rencana bisnis, seleksi, presentasi final, hingga showcase produk. Untuk menjaga objektivitas penilaian, Dinas Dikpora menghadirkan dewan juri independen yang terdiri atas Imam Syafi’i dari Satoeasa Indonesia, Catur Iswahyudi dari Universitas Akprind Indonesia, dan praktisi wirausaha Bejo Kahono.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan para peserta. Menurutnya, potensi generasi muda Kulon Progo perlu terus didorong agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Saatnya Kulon Progo maju ke level nasional, dan go internasional, from local to global,” tegas Ambar.

Ia menilai keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga keberanian mengambil peluang serta kemampuan membangun strategi pemasaran dan branding yang kuat.

“Kabupaten Kulon Progo memiliki anak-anak yang sangat luar biasa, tinggal ditingkatkan sedikit yaitu keberanian dan pemasarannya,” ujarnya.

Salah satu peserta, Sweta Raima Pramesti dari SMA Negeri 2 Wates yang berhasil meraih Juara I kategori pelajar, mengaku bersyukur atas pencapaiannya. Ia berharap kompetisi serupa terus dikembangkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas dan kemampuan berwirausaha.

“Saya senang sekali bisa berpartisipasi dan harapannya kegiatan ini bisa lebih jos dan kreatif lagi dengan fasilitas yang mumpuni, agar pelajar dapat mengembangkan potensi maupun bakatnya secara maksimal,” ungkap Sweta.

Berdasarkan hasil penilaian akhir, Sweta Raima Pramesti keluar sebagai Juara I kategori pelajar dengan nilai 2.636, disusul Delfilia Lailatul Syifa dari SMK Negeri 1 Panjatan sebagai Juara II (2.538), dan perwakilan SMA Negeri 1 Wates sebagai Juara III (2.530).

Sementara itu, pada kategori pemuda, Febri Amin dari Kapanewon Samigaluh berhasil meraih Juara I dengan nilai 2.698. Posisi kedua ditempati Arianto dari Kapanewon Panjatan dengan nilai 2.596, sedangkan Juara III diraih Ibnu Rivansyah Subagyo dari Kapanewon Pengasih dengan nilai 2.545.

Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap semakin banyak wirausaha muda yang mampu menciptakan usaha berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta membawa produk-produk lokal Kulon Progo menembus pasar nasional hingga internasional.(prg,wur)