Jakarta, 18 Juni 2026, suarapasar.com – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan pendapatan tertinggi sejak melantai di bursa melalui penawaran saham perdana (IPO). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (18/6), Perseroan juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.
RUPST dipimpin Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk, Bayu Djokosoetono. Menurutnya, Perseroan berhasil menjaga kinerja yang sehat sekaligus konsisten menjalankan strategi bisnis jangka panjang yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
“Dewan Komisaris melihat Perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang. Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Bluebird untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bayu.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengatakan capaian tahun 2025 menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Inovasi, pemanfaatan teknologi, serta ekspansi kapasitas operasional disebut menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Perseroan.
Sepanjang tahun 2025, Bluebird membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun atau tumbuh 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi pendapatan tertinggi sejak IPO. Sementara itu, EBITDA meningkat 13 persen menjadi Rp1,4 triliun dan laba tahun berjalan naik 9 persen menjadi Rp643 miliar. Perseroan juga memperkuat kapasitas operasional dengan lebih dari 26.000 armada, didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, serta layanan yang hadir di 22 kota di Indonesia.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar 65,3 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Perseroan tahun buku 2025. Dividen tersebut akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 30 Juni 2026 dan dijadwalkan dibayarkan pada 10 Juli 2026.
Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan.
Sepanjang tahun 2025, Bluebird terus melanjutkan strategi transformasi berbasis 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) sebagai fondasi pengembangan ekosistem Mobility as a Service (MaaS). Di antaranya melalui:
- Pengoperasian armada taksi Bluebird di Solo, peluncuran layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta kolaborasi penyediaan layanan transportasi publik sektor bus di Jakarta untuk memperluas portofolio layanan.
- Penguatan aplikasi MyBluebird, termasuk pengembangan fitur Fixed Price yang memberikan kepastian tarif bagi pelanggan.
- Integrasi pembayaran digital dengan OVO pengembangan e-voucher untuk pelanggan korporasi.
Perseroan juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas operasional. Penggunaan AI-generated heat map serta optimalisasi dynamic fixed price membantu perusahaan mengelola distribusi armada secara lebih efektif berdasarkan pola permintaan pelanggan secara real-time.
Dalam aspek keberlanjutan, Bluebird tetap menjalankan visi perusahaan melalui tiga pilar utama, yaitu BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.
- BlueSky: Perseroan memperluas operasional kendaraan listrik melalui peluncuran e-Bluebird di Medan dan Surabaya serta pengembangan armada e-Goldenbird.
- BlueLife: Program Beasiswa Bluebird Peduli menjangkau 3.722 penerima manfaat sepanjang tahun 2025 serta memberangkatkan 50 pengemudi dan karyawan untuk menjalankan ibadah umrah.
- BlueCorps: Penerapan tata kelola perusahaan yang baik ditunjukkan dengan berbagai penghargaan yang diterima Perseroan atas kinerja, layanan, serta praktik keberlanjutan yang dijalankan.
RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali susunan pengurus Perseroan hingga ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2029. Beberapa nama yang kembali dipercaya antara lain Bayu Priawan Djokosoetono sebagai Komisaris Utama, Noni Sri Ayati Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama, Adrianto Djokosoetono sebagai Direktur Utama, Sigit Priawan Djokosoetono sebagai Wakil Direktur Utama, serta Irawaty Salim sebagai Direktur.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan fondasi yang semakin kuat dan portofolio layanan yang semakin beragam, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara sehat, terukur, dan berkelanjutan,” tutup Andre.(prg,wur)








