Gunungkidul, suarapasar.com – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Samsat Gunungkidul memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas dengan menjalin koordinasi bersama Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (5/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi berbasis Domisili Korban yang melibatkan aparatur kapanewon dan kalurahan.
Kegiatan koordinasi dihadiri Penanggung Jawab Samsat Gunungkidul Ratih Prima Marta H dan diterima langsung oleh Panewu Anom Kapanewon Wonosari, Heri Wibowo. Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi untuk mendukung implementasi program keselamatan transportasi yang difokuskan pada wilayah dengan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi.
Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi berbasis Domisili Korban merupakan upaya preventif Jasa Raharja dengan memberdayakan aparatur kecamatan dan desa sebagai mitra dalam menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi faktor risiko yang menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan serta menghasilkan langkah pencegahan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Kapanewon Wonosari dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas karena tercatat memiliki jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Gunungkidul. Karena itu, sinergi antara Jasa Raharja dan pemerintah kapanewon dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat peran aparatur wilayah dalam upaya pencegahan kecelakaan.
Melalui koordinasi ini, Jasa Raharja berharap pelaksanaan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul. Kolaborasi antara Jasa Raharja, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan tertib.
Ratih Prima Marta H mengatakan koordinasi dengan Kapanewon Wonosari menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan aparatur kecamatan dan desa menjadi faktor strategis agar edukasi keselamatan berlalu lintas dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Program ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan yang lebih terarah dengan melibatkan aparatur kecamatan dan desa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan edukasi keselamatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ratih menambahkan, tingginya jumlah korban kecelakaan di wilayah Wonosari menjadi alasan utama penetapan wilayah tersebut sebagai prioritas program. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara Jasa Raharja, pemerintah kapanewon, dan pemerintah kalurahan untuk mengidentifikasi faktor risiko serta menyusun langkah pencegahan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Menurutnya, keberhasilan program keselamatan transportasi tidak hanya bergantung pada peran instansi terkait, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui pemberdayaan aparatur wilayah, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat tersampaikan lebih efektif hingga ke tingkat komunitas.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Gunungkidul,” katanya.(ags,prg)








