Yogyakarta (9/1/2026), suarapasar.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menghimpun donasi masyarakat hampir Rp400 juta untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain melaporkan capaian penggalangan dana tersebut, PMI DIY juga menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI DIY Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Capaian donasi dan agenda Musprov itu disampaikan jajaran Pengurus PMI DIY kepada Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam agenda silaturahmi di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (9/1). Pertemuan tersebut dihadiri Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, Wakil Ketua Irjen Pol (Purn) Haka Astana, serta pengurus PMI DIY masa bakti 2021–2026.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan upaya PMI DIY dalam menggalang solidaritas masyarakat untuk membantu korban bencana alam di Sumatra. Ia berharap donasi yang telah terkumpul dapat segera disalurkan secara proporsional kepada tiga provinsi terdampak melalui jejaring PMI yang telah ada di masing-masing daerah.
“Terkait bantuan bencana alam di Sumatra, PMI memiliki anggota di berbagai wilayah. Donasi yang terkumpul dapat segera disalurkan dan dibagi secara proporsional untuk tiga provinsi terdampak,” ujar Sri Paduka.
Sri Paduka juga menegaskan bahwa Musprov PMI DIY merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan AD/ART dan petunjuk teknis. Musprov menjadi forum strategis untuk memilih ketua dan kepengurusan baru sekaligus menetapkan arah kebijakan organisasi ke depan.
“Musprov PMI DIY harus dilaksanakan sesuai kebijakan organisasi. Prosesnya telah diatur melalui petunjuk teknis dan AD/ART. Sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan, pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Diskresi dimungkinkan sepanjang disepakati bersama, diketahui, dan disosialisasikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap PMI DIY tetap konsisten menjalankan peran kemanusiaan, baik dalam edukasi maupun pelayanan kepada masyarakat, serta mendoakan agar seluruh pengurus senantiasa diberi kesehatan dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo menjelaskan bahwa penggalangan donasi bencana Sumatra telah dibuka sejak 26 November 2025. Hingga saat ini, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp395.614.024 dan akan disalurkan melalui PMI di masing-masing provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Penggalangan dana masih terus berjalan. Seluruh dana yang terkumpul akan ditransfer ke PMI di masing-masing provinsi terdampak. Selain bantuan dana, PMI DIY juga mengirimkan dukungan berupa 11 personel tim kesehatan, lima unit truk tangki air, serta bantuan darah sebanyak 200 kantong,” jelas Prabukusumo.
Terkait pelaksanaan Musprov PMI DIY 2026, Prabukusumo menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi ketentuan organisasi dengan membatasi masa jabatan ketua maksimal dua periode demi menjaga regenerasi kepemimpinan.
“Saya tetap berpegang pada AD/ART sebelumnya dengan membatasi masa jabatan dua periode. Meskipun terdapat ketentuan baru yang memungkinkan dipilih kembali, prinsip regenerasi perlu dijaga agar organisasi tetap dinamis,” katanya.
Ia berharap kepengurusan PMI DIY ke depan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap PMI sebagai organisasi kemanusiaan. Menurutnya, relawan tetap menjadi kekuatan utama PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Pengurus PMI hanyalah bagian dari sistem. Kekuatan utama PMI berada pada para relawan yang dengan tulus mengabdikan diri untuk membantu masyarakat. Tanpa relawan, PMI tidak akan dapat menjalankan tugas kemanusiaannya,” pungkasnya.(prg,wur)








