Mukerprov PMI DIY 2026 Tegaskan Penguatan Organisasi Jelang Akhir Masa Kepengurusan

Yogyakarta, 8 Februari 2026, suarapasar.com – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI DIY Tahun 2026 pada Minggu (8/2/2026) di Grha Sarina Vidi, Sleman. Kegiatan ini dihadiri Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said secara daring, Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. yang mewakili Gubernur DIY, Ketua PMI DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi., serta jajaran pengurus PMI se-DIY.

“Mukerprov kali ini istimewa karena merupakan mukerprov terakhir untuk Kepengurusan PMI DIY masa bakti tahun 2021-2026 yang akan berakhir pada 8 Oktober 2026”, tutur GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi.

Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY, menyampaikan bahwa menjelang akhir masa kepengurusan, PMI DIY terus berupaya memperkuat sumber daya organisasi, baik dari sisi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan relawan, penguatan sistem manajerial, maupun perluasan jejaring kerja sama. Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk menuntaskan target indikator kinerja PMI DIY sesuai Rencana Operasional Tahun 2021–2026.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan mengamanahkan PMI dalam delapan tugas utama, meliputi bantuan kepada korban konflik bersenjata dan gangguan keamanan, pelayanan darah, pembinaan relawan, pendidikan dan pelatihan, diseminasi informasi kepalangmerahan, penanganan musibah dan bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, serta tugas kemanusiaan lainnya.

“PMI DIY, dalam menjalankan tugas-tugas sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dan menjalankan fungsi sebagai mitra pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah khususnya sektor-sektor yang terkait. Tahun 2025, PMI menjalankan program pemberdayaan masyarakat aman dan tangguh bencana (MANTAB) di 4 (empat) wilayah yakni Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Gunungkidul dengan jumlah tim siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT) sejumlah 60 orang”, ungkap Gusti Prabu.

Pada tahun yang sama, PMI DIY juga menyelenggarakan Jumbara PMR dan Temu Karya Relawan PMI DIY yang melibatkan lebih dari 500 peserta sebagai bagian dari strategi pembinaan relawan. “SDM yang terlatih dan memiliki integritas akan mampu memberikan respons yang cepat dalam pelayanan,” jelasnya.

“Sepanjang tahun 2025, PMI DIY telah menjangkau lebih dari 2 (dua) juta jiwa penerima manfaat dengan berbagai layanan respons kejadian di seluruh DIY, respons bencana banjir di Bali dengan layanan distribusi air bersih dan pembersihan lingkungan, respons banjir Bantul, respons bencana banjir di Sumatera dengan layanan air dan sanitasi, pelayanan kesehatan, dan dukungan psikososial. Termasuk pelayanan pertolongan pertama dan ambulans baik kedaruratan maupun non-kedaruratan”, kata Gusti Prabu.

Ia menambahkan, bantuan donasi masyarakat untuk respons banjir di Sumatera hingga 29 Januari 2026 mencapai Rp451.057.236 dan telah disalurkan kepada PMI Provinsi Aceh, PMI Provinsi Sumatera Utara, dan PMI Sumatera Barat. Gusti Prabu turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, mitra, korporasi, lembaga, serta Pemerintah Daerah DIY atas dukungan terhadap kerja-kerja kemanusiaan PMI DIY sepanjang 2025.

Gusti Prabu menegaskan bahwa PMI merupakan organisasi yang bertumpu pada kepercayaan publik. Oleh karena itu, seluruh komponen PMI dituntut bekerja secara profesional, menjunjung tinggi Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, berharap Mukerprov dapat menjaga efektivitas organisasi agar tetap produktif dan solid. Ia menekankan pentingnya koordinasi PMI sebagai mitra pemerintah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, sekaligus mengapresiasi PMI DIY sebagai sumber inspirasi nasional, terutama dalam penanganan Covid-19, pengelolaan Klinik Hemodialisis, dan program pendidikan serta pelatihan.

Sementara itu, Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H., menegaskan bahwa PMI bukan sekadar organisasi sosial, melainkan wajah kemanusiaan yang hadir di saat masyarakat berada pada kondisi paling rentan. Gubernur berharap Mukerprov menjadi ruang strategis untuk merumuskan masa depan PMI yang semakin tangguh, modern, dan kolaboratif.

“Kemanusiaan hari ini, harus dikelola dengan manajemen yang baik, teknologi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Daerah DIY tentu siap berjalan beriringan, memperkuat sinergi agar setiap program PMI memberi dampak nyata bagi msayarakat”, tutur dr. Anung.(prg,wur)