Yogyakarta, suarapasar.com — PT Jasa Raharja melalui Pelaksana Administrasi Tingkat II Samsat Kota Yogyakarta, Panggung Basuki, melakukan survei keabsahan ahli waris di rumah duka korban kecelakaan lalu lintas. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelayanan santunan Jasa Raharja kepada masyarakat.
Survei dilaksanakan terhadap Mujiati selaku istri sah korban yang beralamat di Jl. Gondosuli GK IV/29, RT 047 RW 013, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keakuratan data korban sekaligus memverifikasi keabsahan ahli waris sebagai pihak yang berhak menerima santunan.
Berdasarkan kronologi kejadian, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda GL nomor polisi H-6725-BPG melaju di Jalan Gondosuli dari arah selatan ke utara. Setibanya di depan Masjid Sonyoragi, kendaraan tersebut menabrak seorang pejalan kaki yang tengah menyeberang dari arah timur ke barat. Korban mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan di RSUP Dr. Sardjito, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Suratman Prapto Muji Suwarno.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Daerah Istimewa Yogyakarta, Regy Wijaya, menjelaskan bahwa Survei Pra Bayar merupakan tahapan penting dalam proses pelayanan santunan. Survei ini dilakukan untuk memastikan dana santunan benar-benar disalurkan kepada pihak yang berhak dengan menerapkan prinsip 5T, yaitu tepat informasi, tepat jaminan, tepat subjek, tepat waktu, dan tepat tempat.
“Selain memastikan ketepatan penyaluran santunan, Survei Pra Bayar juga bertujuan untuk memperoleh umpan balik langsung dari ahli waris atau klaimen sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan ke depan. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan imbauan keselamatan berlalu lintas serta mengingatkan pentingnya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) tepat waktu,” ujar Regy.
Lebih lanjut, Regy menegaskan bahwa Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan santunan yang mudah, cepat, tepat, dan penuh empati guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang terdampak musibah kecelakaan lalu lintas.
“Jangan lawan arus, maut menunggu di depan,” pungkasnya.(ags,prg)








