Kulon Progo Matangkan Masterplan Smart City 2025–2030 Lewat Forum FGD

Kulon Progo, suarapasar.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulon Progo menggelar forum Focus Group Discussion (FGD) guna mematangkan masterplan Smart City yang terus dioptimalkan di wilayah tersebut. Hasil dari forum ini akan menjadi masukan dalam penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2025–2030 tentang Smart City Kulon Progo.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (9/7/2025), dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi terkait. Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Triyono, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa masterplan Smart City yang disusun sejak 2018 hingga 2023 kini tengah direvisi untuk menyesuaikan perkembangan teknologi terbaru, seperti kecerdasan buatan (AI).

“Kita review kembali untuk mungkin disesuaikan dengan perkembangan zaman apalagi sekarang sudah ada AI teknologi seperti itu yang luar biasa, ini jadi bagian yang kita tidak boleh tinggalkan,” ungkap Triyono.

Smart City, lanjut Triyono, bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi canggih, tetapi juga mencakup transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data dan inovasi.

“Jadi memang Smart City ini Bapak-Ibu sekalian ini bukan sekedar untuk mengadopsi teknologi melainkan juga transformasi tata kelola pemerintahan, kemudian juga perencanaan pembangunan juga pelayanan kepada masyarakat yang semuanya harus berbasis kepada data dan juga inovasi,” jelas Triyono.

Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Agung Kurniawan, S.I.P., M.Si., menyampaikan keyakinannya bahwa Kulon Progo berpeluang masuk dalam daftar kota berstatus Smart City di tingkat nasional. Menurutnya, FGD ini menjadi bagian penting dari upaya memantapkan arah kebijakan tersebut.

“Saran dan masukan FGD ini akan masuk kedalam Perbup kita di tahun 2025-2030, dan harapan kita Kulon Progo di tingkat nasional itu masuk ke status kota cerdas bersasar Smart City,” ucap Agung.

Senada dengan Sekda Kulon Progo, Agung juga menekankan bahwa penguatan konsep Smart City diarahkan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.

“Ini semua bertujuan agar Smart City kita menjadi lebih baik untuk meningkatkan efisiensi, meningkatkan efektivitas dalam pelayanan, baik pelayanan internal pemerintah maupun pelayanan masyarakat,” jelas Agung.

Harapannya, dalam FGD ini baik OPD maupun Instansi yang hadir terundang turut memberikan kontribusi saran dan masukan untuk kemajuan dan kesuksesan Smart City di Kulon Progo.

Forum ini juga menghadirkan narasumber dari Citiasia Consultant, Hari Kusdaryanto, S.I.P., M.Dev., yang merupakan pembimbing nasional dalam Gerakan Nasional Mewujudkan Smart City. Dalam sesi diskusi, para peserta dari OPD dan instansi diberi kesempatan menyampaikan evaluasi, analisis kekuatan dan kelemahan, serta saran dan masukan untuk menyempurnakan arah pembangunan Smart City di Kulon Progo.

Dengan adanya forum ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam mewujudkan Smart City yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan demi peningkatan kualitas layanan publik dan pembangunan daerah yang merata.(prg,wur)