Yogyakarta, suarapasar.com : Aktivitas masyarakat akhir-akhir ini sudah tidak bisa lepas dari teknologi informasi termasuk penggunaan gadget.
Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam menjelaskan gadget memberikan dampak positif kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari mulai dari komunikasi, mengakses informasi dan hiburan. Namun disisi lain, penggunaan gadget juga bisa berdampak negatif. Mulai dari paparan informasi negatif di dunia maya, hingga ketergantungan akan gadget yang membuat orang lupa waktu, malas bergerak, kurang bersosialisasi dengan lingkungan bahkan dengan keluarga. Kondisi itu tidak hanya dialami oleh para remaja tetapi juga anak-anak dan orangtua.
“Belum lagi kalau kita bicara tentang konten seperti pornografi, kekerasan, dapat mengganggu perkembangan remaja, pola pikir dan pola tindak yang kadang dapat menimbulkan masalah keluarga, masalah masyarakat bahkan sampai ada yang harus berurusan dengan penegak hukum,” kata Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam dalam acara workshop dengan tema ‘Pencegahan Dampak Negatif Penggunaan Gadget bagi Remaja di DIY’ di Gedung Wisanggeni Unit VIII Kompleks Kepatihan, Jumat (25/7/2025).
Melihat kondisi yang ada, Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam mengajak masyarakat yang termasuk remaja dan orangtua untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.
“Keberadaan gadget saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Kendati demikian gadget tidak selamanya memberikan dampak positif, untuk itu harus disiapkan secara bijak.
Karena dengan adanya ketahanan keluarga yang baik akan bisa menghadapi tantangan baik yang berasal dari dalam maupun luar, termasuk dampak negatif penggunaan gadget,” imbuhnya.
GKBRAA Paku Alam berharap para peserta workshop dapat menyebarluaskan informasi yang diterima.
“Jangan hanya berhenti sampai disini saja. Ilmu yang didapat hari ini jangan hanya jadi konsumsi peserta saja tapi tularkan pada yang lain.
Semoga langkah kecil ini membawa dampak besar pada pencegahan dampak negatif penggunaan gadget bagi remaja di DIY,” harapnya.
GKBRAA Paku Alam menilai perlunya peran orang tua untuk mengalihkan perhatian anak-anaknya dari gadget dengan misalnya membelikan buku buku yang disukai remaja, aktivitas fisik sesuai hobbynya.
“Bersama sama membuat komitmen yang disepakati tentang batasan waktu penggunaan gadget, waktu beristirahat, waktu belajar, waktu bersendau gurau dengan keluarga. Evaluasi bersama secara berkala apakah kesepakatan telah dilakukan dengan baik oleh ayah, ibu, anak dan anggota keluarga lainnya,” urainya.
Sedangkan Ketua Panitia kegiatan Atik Wulandari mengungkapkan, penggunaan gadget telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Meski begitu penggunaan gadget yang berteknologi tinggi juga telah mempengaruhi kehidupan masyarakat sehingga membawa dampak pada kesehatan fisik, mental dan sosial. Bahkan sebanyak 71 persen remaja usia 15-24 tahun adalah kelompok usia paling terkoneksi on line secara global.
Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan telah berdampak meningkatnya kekerasan pada anak dan remaja (0-17 tahun). Dimana Data di DIY menunjukkan 2023 sebanyak 414 kasus dan di tahun 2024 sebanyak 504 kasus. Adanya kondisi itu perlu menjadi perhatian bersama, agar adanya dampak negatif dari penggunaan gadget bisa diminimalisir.
“Lewat kegiatan workshop ini kami berharap bisa meningkatkan kesadaran peserta tentang dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dan remaja. Selain itu juga bisa memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta untuk menghindari dampak negatif penggunaan gadget pada anak dan remaja di era digital,” terangnya.
Workshop diikuti perwakilan kelompok masyarakat, PKK, Karang Taruna, Ormas Keagamaan, FKUB, PGRI DIY, Instansi terkait dengan narasumber Dr Mustikaningtyas, MPH dari BKKBN DIY dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda DIY AKBP Tri Wiratmo. (wds/drw)








