Sleman, suarapasar.com : PKK telah menjadi organisasi paling masif dalam mendukung program pemerintah dan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan hingga ke tingkat keluarga.
Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY, GKBRAA Paku Alam mengatakan melalui peran aktif 2.547.838 Kader PKK dan 4.189.126 Kelompok Dasawisma di seluruh Indonesia, PKK telah menjadi agen perubahan yang menggerakkan potensi masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera.
Keberhasilan yang telah dicapai PKK, menjadi bukti bahwa PKK bukan sekadar gerakan sosial, tetapi juga pilar utama dalam pembangunan berbasis keluarga.
“Sebagai mitra pemerintah, PKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. 10 Program Pokok PKK yang mencakup pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, hingga lingkungan telah terbukti memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata GKBRAA Paku Alam, Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY, saat membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian dalam acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Sleman Tahun 2025, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (28/07/2025)
GKBRAA Paku Alam menuturkan Dalam era digital ini, PKK tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan teknologi informasi.
“PKK harus mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas program, memperluas jangkauan informasi, serta membangun jaringan yang lebih luas dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik,” katanya.
Sekda Sleman Susmiarto saat membacakan sambutan Bupati Sleman mengatakan PKK harus terus menjadi penggerak utama dalam membangun keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa. Sebab keluarga adalah sekolah pertama, benteng utama, sekaligus ekosistem awal tempat nilai-nilai moral, disiplin, cinta tanah air, dan semangat hidup ditanamkan.
Tantangan digitalisasi serta isu-isu sosial seperti stunting kemiskinan dan kekerasan dalam rumah tangga harus menjadi perhatian serius PKK masa kini.
“Saya mendorong agar seluruh Tim Penggerak PKK di kabupaten, kapanewon, dan kalurahan, hingga padukuhan termasuk dasawisma untuk terus melakukan pembaruan gerakan yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan zaman. Namun, tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Tantangan digitalisasi serta isu-isu sosial seperti stunting kemiskinan dan kekerasan dalam rumah tangga harus menjadi perhatian serius PKK masa kini. Oleh karena itu kita mendorong PKK menjadi gerak sosial yang inovatif dan responsif, dengan melibatkan pemuda kader milenial dan kelompok perempuan produktif agar keberlangsungan gerakan ini tidak hanya kuat di hari ini tetapi terus berkelanjutan untuk masa depan,” tandas Susmiarto.
Melalui momentum peringatan HKG ke-53 ini, ia juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan PKK sebagai media kolaborasi pembangunan yang bersifat lintas sektoral bukan hanya urusan perempuan tetapi menyangkut masa depan keluarga, lingkungan, dan bangsa.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader PKK di Kabupaten Sleman yang selama ini telah bekerja keras, dengan ikhlas penuh ketekunan dan dedikasi dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah Kabupaten Sleman yang hasilnya sangat terasa dan nyata dalam menguatkan ketahanan keluarga serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” urai Susmiarto.
Pemerintah Kabupaten Sleman menyadari bahwa pelaksanaan pembangunan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat dan PKK adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat yang paling nyata dan terorganisir.
“Sinergi perangkat daerah dengan PKK perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan program pemberdayaan yang lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
(wds/drw)