Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta segera melakukan perbaikan saluran air dan selokan di Kampung Warungboto RW 07, Kecamatan Umbulharjo, guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan warga pada Sabtu (6/9) pagi.
Hasto mengungkapkan, persoalan banjir di kawasan Warungboto sudah lama terjadi. Dari hasil pengecekan, penyebab utama berasal dari aliran air selokan di bagian utara yang mengalami pendangkalan serta overload.
“Air dari utara cukup besar, akhirnya melimpah ke sini. Kita coba dulu menutup gejlig (pintu air) di utara, kemudian kita evaluasi apakah masih banjir atau tidak, serta dampaknya di titik lain. Sambil menunggu evaluasi, pendangkalan serta sampah-sampah yang masuk selokan juga harus dibersihkan,” ujar Hasto seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.
Hasto juga menegur warga yang masih membuang sampah sembarangan ke selokan, mulai dari botol plastik hingga kasur bekas. “Saya kritik juga, kenapa botol malah dibuang ke selokan, padahal bisa dijual. Kita sekarang gencar sosialisasi Masjos (Masyarakat Jogja Olah Sampah), termasuk pemanfaatan sisa makanan dapur untuk pakan maggot,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menyampaikan langkah teknis sementara berupa pemasangan pintu air di saluran Kusuma Negara. Pintu ini ditutup ketika hujan deras agar aliran tidak melimpah ke selatan, namun tetap bisa dibuka saat tidak hujan untuk irigasi.
Ia menambahkan, rencana pembenahan jangka panjang masih dikaji, karena beberapa opsi seperti pembuatan sudetan dinilai kurang efektif.
Saat ditemui, Sugeng Basuki, warga RT 29 RW 07 Warungboto, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Wali Kota Yogyakarta beserta jajaran yang turun langsung meninjau kondisi.
“Alhamdulillah, luar biasa. Pak Hasto mau turun langsung melihat dan tidak hanya percaya laporan. Masalah ini sudah puluhan tahun sejak gempa 2006, baru sekarang mendapat perhatian. Semoga upaya ini membawa manfaat bagi warga,” ucapnya.
Ia berharap pembenahan meliputi pengerukan, pelebaran, hingga peninggian saluran air agar banjir bisa teratasi secara menyeluruh.(prg,wur)






