JPW Kritik Polisi Dinilai Lamban Tangani Kasus Perusakan Pospolantas di Yogyakarta

Jogja Police Watch (JPW) menyoroti kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban dalam menangkap pelaku perusakan pos polisi lalu lintas (Pospolantas) di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Sleman, DIY.

“Padahal kan rekaman CCTV sudah jelas wajah dari terduga pelaku pelemparan bom molotov di Pospolantas Pingit, Jetis, Kota Yogyakarta, pada Kamis (4/9/2025) dini hari lalu,” kata Baharuddin Kamba, Kadiv Humas JPW dalam keterangan tertulis Minggu (7/9/2025).

Dijelaskan Baharuddin Kamba, selain Pospolantas Pingit, Jetis, Kota Yogyakarta, perusakan Pospolantas juga terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Sleman, DIY. Pada waktu yang hampir bersamaan.

“Seperti di Pospolantas perempatan Monjali, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Kemudian Pospolantas Kronggahan, Pospolantas Denggung, dan Pospolantas Pelem Gurih Jalan Wates, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY,” imbuhnya.

Baharuddin menyebut sudah kurang lebih 4 hari sejak kejadian, namun pelaku belum berhasil ditangkap.

“Polisi terkesan lamban untuk menangkap pelaku pengerusakan sejumlah Pospolantas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, DIY,” tandasnya.

Menurutnya, kepolisian seharusnya bisa bergerak cepat dengan memanfaatkan rekaman CCTV yang sudah ada.

“Dengan berbekal rekaman CCTV seharusnya polisi gampang menangkap pelaku pengerusakan Pospolantas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, DIY,” tuturnya.

“Jangan sampai dengan lambannya pihak kepolisian karena tak kunjung menangkap pelaku pengerusakan Pospolantas, mengkonfirmasi dugaan masyarakat bahwa pelaku pengerusakan Pospolantas dengan melemparkan bom molotov merupakan oknum intel,” pungkas Baharuddin Kamba, Kadiv Humas JPW.(prg,wur)