Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan dan tali asih kepada 1001 atlet pelajar dan pelatih yang berprestasi dalam berbagai ajang olahraga, sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar prestasi semakin meningkat di masa mendatang. Penghargaan diberikan untuk para juara di POPDA dan PEPARDA DIY 2025, Gala Siswa Indonesia (GSI), serta PORSISWA Kota Yogyakarta yang mencakup cabang olahraga panahan, wushu, sepatu roda, renang, sepak bola, hingga atletik.
Dalam kesempatan itu, Wawan memberikan selamat atas capaian atlet dan pelatih, terutama atas keberhasilan Kota Yogyakarta menjadi juara umum POPDA DIY 2025. “Kegiatan ini bertujuan mendorong pembinaan prestasi olahraga pelajar agar lebih terarah. Saya pesan kepada adik-adik yang masih juara tiga dan dua atau yang belum meraih prestasi, tetaplah selalu rutin berlatih meningkatkan prestasi,” ujarnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia menegaskan bahwa prestasi para pelajar dan pelatih perlu dibanggakan karena di balik kemenangan terdapat proses panjang penuh kedisiplinan, kerja keras, dan dukungan banyak pihak. Pemkot berharap ekosistem olahraga pelajar semakin maju, inklusif, dan menjadi wadah pembentukan generasi sehat dan berkarakter.
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori (kiri) mendampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyerahkan secara simbolis tali asih kepada atlet pelajar berprestasi dalam ajang PEPARDA DIY 2025.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyebut total tali asih yang diberikan mencapai Rp 1,855 miliar untuk 1001 atlet dan pelatih berprestasi. Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi mereka mempertahankan prestasi pada POPDA dan PEPARDA 2026 mendatang.
Salah satu penerima penghargaan GSI, Muhammad Khadafi dari Tim Sepak Bola Putra SMPN 13 Yogyakarta, turut mengungkapkan rasa senangnya setelah timnya meraih juara I dan memperoleh tali asih Rp 5 juta. “Permainan kemarin sangat seru dan menegangkan. Bisa menang di grup sampai final mengalahkan tujuh tim sepak bola. Harapan ke depan bisa lebih bagus lagi SMPN 13 Yogya dan Mantrijeron. Bisa menjadi pemain sepak bola masuk Timnas Indonesia,” pungkas Khadafi.(prg,wur)








