Sultan HB X Ingatkan ASN DIY: Satyalancana Jadi Pemacu Inovasi dan Dedikasi

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 409 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY. Acara tersebut digelar di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Senin (29/9/2025).

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan penghargaan yang diberikan terdiri dari kategori Satyalancana Karya Satya 10 tahun sebanyak 228 PNS, Satyalancana Karya Satya 20 tahun sebanyak 58 PNS, dan Satyalancana Karya Satya 30 tahun kepada 123 PNS.

“Penghargaan ini tidak serta merta hanya lama mengabdi, tetapi juga kedisiplinan, dedikasi, loyalitas dll. Usulan dari masing-masing OPD lalu diverifikasi di BKD, dan diusulkan ke Presiden. Biasanya memang di masa 17-an Peringatan HUT RI ya, tapi ini karena mungkin banyak sekali penerima jadi baru sekarang,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan penghargaan yang diberikan lebih dari sekadar penghargaan atas masa kerja, namun panggilan untuk terus berkarya.

“Sebagai abdi negara, kita dituntut untuk terus berkembang, berinovasi, dan memberikan solusi yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Sultan.

“Dalam filosofi Jawa terdapat ungkapan “Ngudi kasampurnaning urip,” yang berarti kita harus terus berusaha mencapai kesempurnaan dalam hidup, tidak hanya dari segi kualitas kerja, tetapi juga dalam membangun diri dan memberikan manfaat untuk orang lain,” katanya.

Sultan juga mengingatkan bahwa masyarakat semakin cerdas dan menuntut pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien. Setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah, setiap langkah birokrasi yang diambil, akan sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Oleh karena itu, penghargaan ini hendaknya menjadi lebih dari sekadar simbol pengakuan terhadap masa kerja. Penghargaan ini harus menjadi pembakar semangat bagi kita semua untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas kinerja, dan menjawab tuntutan zaman dengan penuh dedikasi.

“Seperti yang sering saya tekankan, birokrasi bukan hanya tentang administrasi yang rapi, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberikan solusi konkret dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai abdi negara, kita tidak hanya dihadapkan pada tugas rutin, tetapi juga pada tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan yang lebih baik dan lebih adaptif terhadap perkembangan yang ada,” kata Sultan.

Salah satu penerima penghargaan, Sri Kartini, Guru Pendidikan Pancasila/PPKN SMK N 1 Temon Kulon Progo, mengaku sangat bersyukur menerima penghargaan ini.

“Awal bekerja tahun 1991 di SMP Muhammadiyah 1 Wates dengan suka dan duka walaupun honor hanya cukup untuk naik angkot akan tetapi dilalui perjalanan untuk menggapai kehidupan ke arah yg lebih baik. Tahun 2005 saya tes guru bantu kemudian mendapat SK di SMK N 1 Temon. Awalnya gundah ya, karena SMK N 1 Temon terkenal dengan kemiliteran dan kedisiplinannya. Tapi ternyata setelah saya masuk bisa cepat bersosialisasi. Dan Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan tanda kehormatan satyalencana karya satya. Semoga diakhir purna tugas besok bulan april bisa melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” katanya.(prg,wur)