Yogyakarta, suarapasar.com – Puluhan mahasiswa pesantren dari Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. BEM Pesantren DIY bersama Aliansi Mahasiswa Bantul Peduli menginisiasi penggalangan dana yang dipusatkan di Perempatan Klodran, Bantul, pada 30 November 2025. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap duka masyarakat terdampak bencana.
Di antara lalu lalang kendaraan dan rintik cuaca mendung, suara para relawan menggema lirih namun penuh semangat, mengajak setiap orang berbagi dengan keikhlasan dan ketulusan. Aksi ini bukan sekadar penggalangan dana, ia menjadi titik temu empati, ruang perjumpaan antara rasa peduli dan kesadaran bahwa penderitaan satu daerah adalah gelisah seluruh bangsa.
Kegiatan berlangsung tertib sesuai instruksi Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomi Wijaya. Koordinator Wilayah BEM Pesantren DIY, Muhammad Dhiyauddin, menyampaikan bahwa bencana menjadi pengingat pentingnya saling menguatkan. “Aksi yang kami lakukan hari ini mungkin tak mampu menghapus seluruh duka saudara kita yang terdampak bencana, tetapi kami berharap aksi ini dapat sedikit memberikan cahaya yang menumbuhkan harapan. Dan harapan itu dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang berjuang untuk bangkit.” ujarnya.
Ungkapan ini menjadi napas dari keseluruhan kegiatan bahwa kemanusiaan selalu lebih besar dari perbedaan, dan rasa peduli selalu lebih kuat dari jarak yang memisahkan.
Aksi ini menegaskan komitmen mahasiswa pesantren sebagai penjaga kepedulian sosial. BEM Pesantren DIY berharap lebih banyak pihak bergerak bersama membantu sesama, karena di setiap musibah selalu ada ruang untuk menunjukkan kasih sayang. Semoga langkah kecil para relawan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan selalu dimulai dari hati.(prg,wur)






