Intel Polda DIY Tertangkap Mahasiswa, JPW Usulkan Evaluasi dan Pendidikan Ulang

Baharuddin Kamba, Kadiv Humas JPW

Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan peristiwa seorang pria yang diamankan sejumlah mahasiswa karena diduga memasuki area kampus tanpa izin. Setelah diamankan, pria tersebut mengaku sebagai intel dari Polda DIY. Pengakuan itu kemudian dibenarkan oleh pihak Polda DIY melalui Kabid Humas Polda DIY. Polda DIY menyebut kehadiran oknum tersebut bertujuan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa.

Peristiwa tertangkapnya oknum intel Polda DIY itu pun ramai menjadi sorotan publik. Berbagai komentar dan tanggapan dari netizen bermunculan di media sosial, bahkan sebagian menjadikannya bahan candaan karena dianggap sebagai kejadian yang tidak biasa.

Menanggapi kasus tersebut, Jogja Police Watch (JPW) mengusulkan agar oknum intel Polda DIY yang tertangkap bersama komandannya yang disebut bernama Bejo dibebastugaskan sementara dan mengikuti pendidikan ilmu kepolisian, khususnya di bidang intelijen. Menurut JPW, langkah tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Hal ini penting agar kedepannya tidak ada lagi peristiwa intel polisi ketangkap mahasiswa. Ini kan memalukan institusi kepolisian selain dijadikan bahan candaan karena dianggap sesuatu yang lucu.

JPW juga mengusulkan adanya evaluasi terhadap kehadiran personel intelijen, baik dari kepolisian maupun TNI, dalam setiap aksi demonstrasi. Menurut mereka, apabila kehadiran intelijen tidak diperlukan, maka tidak perlu diterjunkan ke lokasi kegiatan.

Kalaupun kehadiran intelijen dianggap diperlukan untuk alasan pengamanan aksi demonstrasi, JPW menilai identitas petugas sebaiknya ditunjukkan secara terbuka, misalnya dengan mengenakan seragam resmi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Baharuddin Kamba, Kadiv Humas JPW.