Dukung Kelancaran Operasional, Ada 32 Titik Pos Layanan di Embarkasi YIA

Kulon Progo, suarapasar.com :
Embarkasi YIA mencetak sejarah sebagai satu-satunya embarkasi di Indonesia yang memanfaatkan fasilitas hotel berbintang, yakni Novotel YIA & Ibis YIA, sebagai pusat transit jamaah haji.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa menekankan bahwa penggunaan hotel merupakan langkah inovatif di luar kebiasaan. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas tingginya kebutuhan anggaran pembangunan asrama haji fisik yang diestimasi mencapai Rp1,2 triliun.

“Ini adalah inovasi di luar kebiasaan. Dari 15 embarkasi di Indonesia, Yogyakarta menjadi satu-satunya yang berbasis hotel,” kata Jauhar dalam arahannya pada pengukuhan tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) Tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung di Ballroom Novotel Kulon Progo, Senin (20/4/2026).

Jauhar menjelaskan pihaknya telah menyusun Prosedur Operasional Standar yang matang guna memastikan kualitas layanan kepada jamaah tetap maksimal meskipun tidak menggunakan asrama konvensional.

“Meskipun berbasis hotel, standar pelayanan dan keamanan tetap diberlakukan secara ketat,” tuturnya.

Jamaah haji yang telah memasuki hotel transit harus benar-benar steril dari interaksi dunia luar. Daerah di sekitar hotel pun akan menjadi kawasan keamanan terbatas.

“Hanya petugas yang memiliki pas bandar yang diperbolehkan melintas. Kita bertanggung jawab penuh atas kesehatan dan keamanan jemaah hingga mereka diberangkatkan,” tegasnya.

Jauhar menambahkan untuk mendukung kelancaran operasional, terdapat sedikitnya 32 titik pos layanan.

“32 titik pos layanan, untuk menangani dokumen, kesehatan, hingga pelayanan jamaah lansia. Tim keamanan juga telah disiagakan untuk memastikan alur pergerakan jemaah dan armada bus berjalan lancar tanpa kendala,” tandasnya.

Adapun, kloter pertama jamaah haji dijadwalkan mulai memasuki Embarkasi YIA pada Selasa (21/4/2026) pukul 06.00 WIB. Mengingat jadwal penerbangan (_take off_) dilakukan pada pukul 23.40 WIB, jamaah hanya akan menjalani masa transit singkat.

“Sesuai SOP, seluruh jamaah harus sudah bergerak menuju bandara lima jam sebelum jadwal keberangkatan,” urai Jauhar. (wds/drw)