Embarkasi Haji YIA 2026 Jadi Sejarah Baru, DIY Siap Layani Jemaah Secara Mandiri

Yogyakarta, suarapasar.com –  Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi penetapan embarkasi haji Yogyakarta yang akan mulai melayani haji 2026. Sultan menilai hal ini sebagai langkah besar menuju kemandirian embarkasi di Yogyakarta.

“Embarkasi Yogyakarta diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian dan UMKM di DIY, khususnya di Kulonprogo, termasuk mendorong peningkatan pemberangkatan umrah dari YIA,” ujar Sri Sultan usai menerima salinan keputusan tersebut dari Menteri Haji dan Umrah, Mohammad Irfan Yusuf,  di Kraton Kilen.Kamis (27/11/2025)

Sri Sultan menegaskan bahwa hadirnya Embarkasi Yogyakarta menuntut kesiapan ekosistem pelayanan haji yang terpadu. Ia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama DIY untuk memberikan dukungan penuh guna memastikan kelancaran pelayanan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji.

“Walaupun penyelenggaraan haji berada di bawah kewenangan Kementerian Haji, kami tetap meminta Kanwil Kemenag DIY serta Kemenag Kabupaten/Kota se-DIY untuk memberikan dukungan penuh. Mereka harus memback-up Kementerian Haji DIY dalam menyukseskan persiapan hingga pelaksanaan haji, termasuk seluruh kebutuhan terkait Embarkasi Yogyakarta,” tegasnya.

Komisi VIII DPR RI turut melakukan peninjauan untuk memastikan bahwa semua layanan siap digunakan pada musim haji 1447 H/2026 M. DIY menjadi daerah pertama yang menerapkan model embarkasi berbasis hotel.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, menyoroti bahwa penetapan ini membawa dampak positif bagi jemaah, termasuk penurunan biaya Bipih sesuai Keppres Nomor 34 Tahun 2025.

“Penetapan Embarkasi Yogyakarta memberi dampak positif bagi jemaah. Berdasarkan Keppres Nomor 34 Tahun 2025, besaran biaya pelaksanaan ibadah haji (Bipih) Embarkasi Yogyakarta sebesar Rp52.955.422, lebih rendah dibandingkan Bipih tahun sebelumnya yang mencapai Rp55.478.501. Artinya, ada penghematan biaya sekitar Rp3 juta yang langsung dirasakan jemaah,” tegas Ansory.

Ia menambahkan bahwa tahun ini merupakan kali pertama Yogyakarta melayani keberangkatan jemaah secara mandiri setelah sebelumnya seluruh jemaah DIY diberangkatkan dari Embarkasi Donohudan.

“Model hotel ini menawarkan kenyamanan lebih dan menjadi inovasi dalam peningkatan layanan publik,” katanya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Jauhar Mustofa menyebut Embarkasi YIA sebagai “mimpi yang menjadi nyata”.

“Embarkasi YIA akan berdampak pada efisiensi anggaran, optimalisasi Bandara YIA, serta manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” katanya.

Hotel Ibis dan Novotel YIA disiapkan sebagai fasilitas modern setara asrama haji dengan lebih dari 200 kamar, ballroom, dan ruang layanan untuk kesehatan, dokumentasi hingga proses keberangkatan. Sebanyak 27 kloter dengan total 9.641 jemaah dari DIY dan wilayah sekitar akan berangkat menggunakan pesawat Airbus A330/A360 Garuda Indonesia. (prg,wur/wds)