BEM Pesantren Kecam Pernyataan Anggota DPR, Desak Permintaan Maaf untuk Kiai Madura

Jakarta, 15/04, suarapasar.com – Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya, menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan anggota DPR RI Fraksi PKS, Aboe Bakar Al Habsyi, yang dinilai merendahkan marwah kiai Madura.

Dalam pernyataan resminya, Ahmad Tomy Wijaya menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak hanya melukai perasaan para ulama dan santri, tetapi juga mencederai nilai-nilai penghormatan terhadap tokoh agama yang selama ini menjadi pilar moral dan sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengecam keras setiap bentuk pernyataan yang merendahkan kehormatan kiai, khususnya kiai Madura yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan umat. Pernyataan tersebut tidak pantas keluar dari seorang pejabat publik,” tegas Ahmad Tomy Wijaya.

Lebih lanjut, BEM Pesantren Seluruh Indonesia menilai bahwa sebagai wakil rakyat, setiap anggota DPR RI seharusnya menjaga etika, tutur kata, serta menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap ulama dan tokoh agama.

Sebagai bentuk keseriusan sikap, Ahmad Tomy Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkonsolidasikan peristiwa ini bersama seluruh santri Se Indonesia lalu menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penghinaan tersebut kepada pihak berwajib.
“Kami akan segera melaporkan pernyataan tersebut ke aparat penegak hukum agar diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ini penting sebagai bentuk pembelajaran agar tidak ada lagi pejabat publik yang dengan mudah melontarkan pernyataan yang berpotensi memecah belah bangsa,” lanjutnya.

BEM Pesantren juga menuntut agar Aboe Bakar Al Habsyi untuk datang dan meminta maaf kepada seluruh kiai dan ulama se-madura atas pernyataan yang melukai hati para kiai dan ulama madura dalam waktu dua kali dua puluh empat jam.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Tomy Wijaya menegaskan komitmen BEM Pesantren Seluruh Indonesia untuk terus berdiri di garda terdepan dalam menjaga kehormatan ulama serta merawat persatuan bangsa.
“ Ulama adalah penjaga moral bangsa. Menjaga kehormatan mereka adalah bagian dari menjaga keutuhan Indonesia.”(prg,wur)