Kulon Progo, suarapasar.com : Wilayah DIY, termasuk Kulon Progo, memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan potensi bencana yang ada menuntut kesiapsiagaan yang harus terus menerus ditingkatkan.
Ia pun mengigatkan Tagana tidak hanya sigap saat tanggap darurat, tetapi juga aktif dalam upaya mitigasi bencana dan edukasi kepada masyarakat terkait pengurangan dampak resiko bencana.
“Tagana adalah mitra strategis pemerintah dalam perlindungan sosial masyarakat terdampak bencana. Tagana dituntut aktif tidak hanya saat setelah terjadi bencana , tetapi mulai dari upaya mitigasi, edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kehadiran tagana di tengah masyarakat adalah simbol kepedulian solidaritas sosial yang nyata. Kerja tulus tanpa pamrih para relawan memberikan kontribusi sangat besar dalam membantu sesama,” kata Agung dalam amanatnya pada Apel Siaga Bencana dalam rangka memperingati HUT ke-22 Tagana di Lapangan Bukit Cubung, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Kamis (9/4/2026).
Bupati Agung juga menilai perlunya peningkatan kapasitas dan profesionalisme Tagana seiring perkembangan tantangan kebencanaan yang kian komplek.
“Momentum HUT ke- 22 sebagai sarana memperkuat sinergi dan kolaborasi pemerintah, relawan, dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin komplek dengan terus meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi,” urai Agung.
Pemerintah berkomitmen mendukung eksistensi peran tagana melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sdm, sarana prasarana memadai.
Agung juga mengajak Tagana bersama seluruh elemen masyarakat yang ada untuk bersama-sama membangun budaya sadar bencana.
“Bersama kita wujudkan masyarakat yang tangguh mandiri menghadapi bencana,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menyampaikan bahwa saat ini, di DIY tercatat ada 1.023 personel Tagana yang tersebar di lima kabupaten/kota yaitu Kabupaten Gunungkidul 299 orang, Kabupaten Kulon Progo 217 orang, Kabupaten Bantul 194 orang, Kabupaten Sleman 185 orang dan Kota Yogyakarta 128 orang.
Peringatan HUT Tagana tahun ini mengangkat tema “22 Tahun Mengabdi untuk Ketangguhan Negeri”, menitikberatkan pada pembangunan budaya sadar bencana sejak dini.
Senada dengan Bupati, Endang pun menegaskan bahwa Tagana tidak boleh hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga harus berperan aktif dalam edukasi dan mitigasi.
“Ketangguhan sejati adalah saat masyarakat mampu berdiri kembali dengan lebih kuat dan bersatu. Di tengah tantangan kebencanaan yang makin kompleks, Tagana harus terus bertransformasi tanpa kehilangan jati diri dan kearifan lokal,” tandas Endang. (wds/drw)



