Syawalan di Gunungkidul, Sultan Tegaskan Bahaya Hoaks: Jangan Jadi ‘Bangsa Pendek Akal’

Gunungkidul (08/04/2026), suarapsar.com – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak menjadi bangsa yang mudah terpengaruh hoaks dan ujaran kebencian di tengah derasnya arus informasi digital. Pesan ini disampaikan sebagai refleksi penting menjaga nalar dan akal sehat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan Sri Sultan dalam acara Silaturahmi Idulfitri Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bersama masyarakat Kabupaten Gunungkidul di Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Rabu (08/04). Sri Sultan menekankan bahwa kemudahan memviralkan sesuatu tanpa proses check and re-check justru dapat menjauhkan bangsa dari tujuan konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jika greget saut yang menyematkan ujaran kebencian terus-menerus direproduksi, saya khawatir kita akan menjadi bangsa pendek akal, bangsa gosip,” ujar Sri Sultan.

Sebagai langkah konkret, Sri Sultan mendorong peran aktif pemuka agama dan pendidik untuk menjadikan masjid serta lembaga pendidikan sebagai sarana mencerdaskan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat meneladani ajaran Sunan Gunung Jati tentang pentingnya proses pengkajian dan musyawarah agar menjadi pribadi yang bijak.

Lebih lanjut, Sri Sultan mengajak masyarakat untuk memegang prinsip “mangasah mingising budi, mêmasuh malaning bumi” demi memperkuat tali solidaritas. Sri Sultan berharap pembangunan di Kabupaten Gunungkidul terus bergerak maju dengan sokongan pilar Pancasila dan UUD 1945 sebagai wujud nyata kembali ke fitrah ke-Indonesiaan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut momentum silaturahmi sebagai dasar penting dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus permohonan maaf kepada jajaran Pemerintah DIY atas segala kekurangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Dalam sambutannya, Endah mengutip pesan Ir. Soekarno bahwa perjuangan membangun daerah untuk mensejahterakan rakyat harus terus berjalan. Endah menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan nasib rakyat di segala bidang, mulai dari pangan, papan, hingga pendidikan melalui semangat gotong royong.

“Masyarakat yang adil dan makmur tidak jatuh begitu saja dari langit laksana embun di waktu malam, melainkan harus diperjuangkan dengan keringat dan kerja keras bersama,” tegas Endah sembari menyampaikan terima kasih atas dukungan pembangunan dari Pemerintah DIY selama ini.

Acara silaturahmi ini ditutup dengan suasana penuh kehangatan saat sesi jabat tangan. Sri Sultan bersama Wakil Gubernur DIY, Bupati Gunungkidul beserta Ketua TP PKK Gunungkidul, Kajati DIY, dan Gubernur AAU berdiri bersama untuk menyapa sekaligus berjabat tangan dengan seluruh tamu undangan yang hadir, merajut kembali benang-benang solidaritas di hari yang fitri.(prg,wur)