Kulon Progo , suarapasar.com — Kondisi abrasi di bantaran Sungai Serang wilayah Padukuhan Dayakan, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, semakin mengkhawatirkan. Warga setempat mengaku was-was setiap kali hujan deras karena tanah di sekitar bantaran sungai terus tergerus dan berpotensi mengancam lahan hingga akses jalan di wilayah tersebut.
Harminto, warga Dayakan yang rumahnya tidak jauh dari bantaran sungai mengaku was-was, kawatir setiap terjadi hujan deras, karena lahan terus tergerus dan banjir. Abrasi juga mengancam jalan provinsi di wilayah tersebut.
“Keluhan warga ini tanah bantaran sungai ini makin tergerus, sungainya makin kesini. Kalau hujan itu warga sudah ketar-ketir, airnya itu mengalir langsung tanah pada longsor ke sana. Harapan kami ya dari Komisi C yang sudah mau ke sini itu terima kasih sekali atas perhatiannya dan mudah-mudahan nanti dapat diberikan pencerahan program segera diberi solusi apakah tanggul, apakah bronjong sehingga nanti masyarakat menjadi lebih tenang dan sebenarnya di sana juga ancamannya itu terhadap Jalan provinsi itu karena repot juga perjalanan ini tertutup karena kalau banjir itu air itu tingginya sampai sini pernah kemarin sampai di sini itu lebih tinggu dari saya airnya, silep saya,” urai Harminto, saat mendampingi unsur pimpinan dan anggota Komisi C DPRD DIY mengecek abrasi bantaran sungai Serang di wilayah Dayakan, Pengasih, Kulon Progo, Rabu, (8/4/2026).
Warga Dayakan lainnya, Suryo Pidekso, menuturkan bahwa abrasi telah terjadi setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Seiring waktu, kondisi semakin parah hingga mengikis bidang tanah warga semakin luas.
“Ada sekitar 5 sampai 6 bidang tanah milik warga yang ikut terdampak. Rumah warga juga sering terkena banjir. Ini kalau pas hujan bisa setinggi orang dewasa air disini ini,” ungkap Suryo.
Abrasi bantaran sungai Serang di wilayah Dayakan ini juga mengancam jembatan dan jalan provinsi di wilayah tersebut terutama jalan provinsi di posisi tikungan yang lahan bantaran sungainya kian tergerus.
Suryo berharap kehadiran Komisi C DPRD DIY melihat langsung ke lokasi abrasi bantaran sungai Serang ini dapat membantu mempercepat penanganan di wilayah tersebut agar abrasi tidak semakin meluas.
“Terima kasih Komisi C DPRD DIY hadir dan akan menindaklanjuti masalah ini menghubungkan ke BBWSSO. Kalau nanti ini bisa diperbaiki , lahannya aman, ini bisa menjadi area yang produktif bagi warga,” jelasnya.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Saiful Ahmad menjelaskan pengecekan ini menindaklanjuti adanya laporan warga setempat terkait kondisi bantaran Sungai Serang yang terus tergerus, terkikis hingga mengancam bidang tanah warga.
“Berdasar informasi warga, bantaran Sungai Serang ini sudah tergerus bergeser hingga sejauh 10 meter panjangnya kurang lebih sampai 150 meter. Di wilayah ini juga pernah terjadi banjir dan bahkan untuk sisi sana ada korban jiwa,” kata Lilik disela-sela meninjau bantaran sungai Serang.
Dijelaskan Lilik, area Sungai Serang ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Upaya perbaikan dan normalisasi pernah dilakukan. Namun kejadian pengikisan tanah tebing sungai atau abrasi sungai di wilayah Dayakan, Pengasih ini cukup ekstrem. Untuk itu, Komisi C DPRD DIY pun mendorong BBWSSO agar segera melakukan penanganan terhadap masalah di bantaran Sungai Serang yang dikeluhkan warga Dayakan, Pengasih, Kulon Progo ini.
“Harapan kami agar penanganannya menjadi prioritas dan perhatian khusus dari BBWSSO,” kata Lilik Syaiful Ahmad , anggota DPRD DIY dari Dapil Kulon Progo ini. (prg,wur/drw)








