PMI DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar, Perkuat Layanan Medis dan Respons Darurat

Yogyakarta (14/04/2026), suarapasar.com – Palang Merah Indonesia (PMI) se-DIY menerima hibah peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan respons kedaruratan di seluruh klinik PMI kabupaten/kota.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA Paku Alam X, di Kantor PMI DIY, Gamping, Sleman. Dukungan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara PMI Pusat, Asia-Europe Foundation (ASEF), dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), yang juga didukung penuh oleh Palang Merah Jepang.

Sri Paduka menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas medis yang memadai menjadi faktor kunci dalam merespons kebutuhan kedaruratan kesehatan masyarakat. Menurutnya, pembaruan sarana ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih luas dan profesional.

“Dengan semakin lengkapnya fasilitas dan peralatan kesehatan yang tersedia, kami berharap Klinik PMI di DIY dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas,” tutur Sri Paduka.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, menyampaikan bahwa besarnya bantuan ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi jajaran pengurus. Ia mengakui bahwa kehadiran alat-alat mutakhir tersebut di luar ekspektasi awal organisasi.

“Bantuan ini sangat luar biasa, kami semua pengurus sampai kaget karena nilainya besar sekali. Dengan peralatan yang serba baru ini, klinik-klinik PMI di DIY akan menjadi klinik yang tercanggih. Ini membuktikan bahwa dari Jogja kita bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Gusti Prabu.

Selain meningkatkan fasilitas, bantuan ini juga menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap kinerja PMI DIY. Berbagai alat kesehatan modern seperti EKG, USG, AED, ventilator, hingga fasilitas penyimpanan vaksin disalurkan secara bertahap untuk menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

“Alhamdulillah, perhatian Palang Merah Jepang dan dunia internasional kepada kami sangat besar, bahkan gedung markas ini pun dulu sumbangan mereka. Saya selalu ingin ada sesuatu yang lahir ‘dari Jogja untuk Indonesia’. Kita harus memberikan keyakinan bahwa layanan kemanusiaan di sini harus menjadi yang terbaik supaya masyarakat benar-benar terbantu,” tambahnya.

Gusti Prabu juga berpesan agar seluruh jajaran PMI bekerja dengan niat yang tulus agar pemanfaatan alat-alat tersebut tepat sasaran. “Kami berkomitmen bekerja dengan pikiran, niat, serta hati yang mulia. Insyaallah, jika kita totalitas, semuanya akan berjalan baik dan manfaatnya akan dirasakan jauh lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

Adapun rincian total bantuan sebesar Rp3.345.293.217 disalurkan dalam tiga tahapan yakni Tahap I sebesar Rp642.197.000,00; tahap II Rp1.588.354.217,00 ; Tahap III: Rp1.114.742.000,00. Alat yang diserahkan meliputi alat EKG, USG 2 dimensi, stretcher ambulans, Automated External Defibrillator (AED), hingga Emergency Transport Ventilator. Dukungan juga mencakup unit penyimpanan vaksin (vaccine refrigerator), sterilisator dry heat, emergency trolley, serta bedside monitor.

Peningkatan kapasitas sarana ini diharapkan mampu memperkokoh posisi PMI sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik di sektor kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan. Sekaligus, memantapkan posisi PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan.(prg,wur)