Kulon Progo, suarapasar.com — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) DIY di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, saat meninjau langsung progres pembangunan pada Rabu (15/5/2026).
Dalam tinjauan tersebut, H. Ambar Purwoko menyampaikan rasa optimisnya melihat proses pembangunan yang berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik bersama pihak kontraktor. Sekolah ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di Provinsi DIY dengan kapasitas tampung mencapai 1.080 siswa, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Harapan dari berdirinya sekolah ini adalah wujud nyata peran serta pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Ini adalah salah satu upaya dan cara kita memotong mata rantai kemiskinan. Mari bersama-sama kita dukung program pemerintah ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.
Pemerintah daerah menilai pembangunan sekolah ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan dan menekan angka kemiskinan di wilayah Kulon Progo. Dengan kapasitas besar dan fasilitas lengkap, sekolah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai latar belakang.
Senada dengan optimisme tersebut, perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo, Wahyu W. Senoaji, memaparkan bahwa progres pembangunan saat ini telah menyentuh angka 45 persen. Ia menilai capaian ini sebagai salah satu proses yang paling cepat dan sesuai dengan garis perencanaan.
” Diharapkan bulan Juni secara fisik sudah siap sehingga Juli bisa beroperasi. Kami memiliki strategi percepatan, bahkan dari pihak Satker sudah menambah personel. Fokus kami menyeluruh, semuanya dikerjakan secara serentak, baik dari fasilitas SD, SMP, SMA, hingga sarana penunjang operasionalnya. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala,” jelas Seno.
Kecepatan pembangunan ini juga dibarengi dengan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Tim pelaksana memastikan seluruh pekerja mematuhi prosedur K3 guna menjaga keamanan selama proses konstruksi berlangsung.
“Alhamdulillah progres 45 persen ini dicapai dengan aman. Seluruh pekerja di sini telah mengikuti dan melaksanakan SOP K3 Konstruksi dengan sangat baik. Pengawasan yang ketat di lapangan juga terus berjalan demi mendukung lancarnya proses pembangunan Sekolah Rakyat ini,” tegas Sutikno.
Kehadiran Sekolah Rakyat DIY di Lendah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(prg,wur)








