Yogyakarta (23/12/2025), suarapasar.com – Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, memberikan dukungan dan motivasi kepada dua pembalap muda asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, yang akan kembali berlaga di kompetisi balap internasional musim 2026. Keduanya diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat mengantarkan pada prestasi tingkat dunia.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (23/12). Veda dan Ramadhipa hadir bersama orang tua masing-masing, didampingi jajaran KONI DIY serta perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY, untuk memohon doa restu menjelang kompetisi musim depan. Pada kesempatan itu, KONI DIY juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk apresiasi atas prestasi internasional yang telah diraih keduanya.
Sri Paduka menilai perjalanan karier Veda dan Ramadhipa yang menembus lintasan balap Eropa hingga ajang dunia menjadi bukti bahwa hobi yang dijalani dengan disiplin, konsistensi, dan proses yang tepat dapat membuahkan hasil membanggakan. Sebagai penggemar otomotif, Sri Paduka mengaku mengikuti perkembangan keduanya dan merasa bangga atas capaian yang diraih.
“Selamat ya Veda dan Ramadhipa, tetap semangat dan terus belajar karena perjalanan masih panjang. Saya berharap kalian menjadi role model bagi generasi muda DIY. Hobi bisa menghasilkan prestasi, tidak hanya membanggakan orang tua tetapi juga DIY. Dari Yogyakarta untuk Dunia,” tutur Sri Paduka.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi perjalanan karier atlet muda, serta mengingatkan bahwa olahraga otomotif harus dijalani secara benar, aman, dan bertanggung jawab.
“Teruslah berlatih, tetap ngegas, dan jangan lupa banyak berdoa. Jadilah contoh bagi anak-anak muda lainnya yang ingin ngebut, tetapi ngebut yang benar. Jaga kesehatan, karena menang dan kalah adalah bagian dari proses. Kalian tidak hanya menjadi kebanggaan bagi orang tuanya, tetapi juga kebanggaan bagi DIY dan selalu dari Yogyakarta untuk Dunia,” imbuhnya.
Pembalap asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bertemu langsung dengan Sri Paduka. Menurutnya, pesan dan motivasi yang diberikan menjadi bekal berharga menjelang debutnya di kelas Moto3 2026 bersama Honda Team Asia.
“Kesempatannya luar biasa bisa bertemu dengan Kanjeng. Banyak motivasi yang membuat saya lebih semangat. Ini ilmu sangat berharga untuk ke depan,” tutur Veda. Menghadapi persaingan di kelas yang lebih ketat dan menuntut fisik, Veda memfokuskan persiapan pada peningkatan kondisi fisik, latihan motor, serta penguatan mental.
Senada, pembalap muda asal Sleman, Ramadhipa, yang kembali berkompetisi di Red Bull Rookies Cup 2026, menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan banyak dorongan dari Sri Paduka untuk terus meningkatkan prestasi. “Sri Paduka memberi motivasi dan selamat atas pencapaian saya dan Veda. Targetnya tentu lebih baik dari tahun ini, dan insyaallah bisa masuk top 3 untuk membawa nama Yogyakarta lebih dikenal,” ungkapnya.
Ramadhipa menambahkan ia juga menanti pengumuman terkait keikutsertaannya di ETC atau Junior GP pada tahun mendatang. Untuk mendukung targetnya, ia meningkatkan porsi latihan fisik dan teknik agar tampil lebih kuat selama musim kompetisi 2026. “Saya harus memanfaatkan kesempatan tahun depan. Latihan fisik ditambah supaya lebih strong bertarung tahun 2026,” pungkasnya.(prg,wur)








