Terima Studi Tiru ZI Kemenag Kota Tual, Wahib Jamil Tekankan Konsistensi dan Teladan Pimpinan

Kulon Progo, suarapasar.com – Perjalanan pembangunan Zona Integritas (ZI) dinilai harus berkesinambungan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya. Setiap pimpinan dituntut mampu menjadi teladan sekaligus melanjutkan program yang telah dirintis pendahulunya. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., saat menerima kunjungan Studi Tiru Zona Integritas dari Kankemenag Kota Tual, Provinsi Maluku, di Aula PLHUT Kankemenag Kulon Progo, Jumat (13/02/2026) pagi.

Menurut Wahib Jamil, capaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diraih Kemenag Kulon Progo merupakan hasil dari proses panjang yang ditempuh melalui semangat, komitmen, dan kerja kolektif seluruh jajaran. Ia menegaskan bahwa pembangunan zona integritas harus dipahami dan diinternalisasikan oleh seluruh pegawai.

“Dalam pembangunan zona integritas ini harus diinternalisasikan kepada semua pegawai. Sehingga semua pegawai harus paham dengan pembangunan zona integritas. Selain itu dengan membangun komitmen pimpinan, melaksanakan budaya pelayanan prima, memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, serta menciptakan program inovasi yang mendekat dan menyentuh masyarakat,” terang Jamil.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan Zona Integritas juga membutuhkan komitmen bersama dan chemistry antarseluruh pegawai, termasuk hingga satuan kerja dan unit kerja.

“Pembangunan Zona Integritas juga membutuhkan komitmen dan chemistry dari semua pegawai. Termasuk sampai ke satker dan unit kerja. Jadi semua pegawai harus berkontribusi dalam kesuksesan pembangunan zona integritas tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Tim Studi Tiru Kemenag Kota Tual, Neni Solaiman, S.Sos., menyampaikan bahwa pihaknya memiliki semangat kuat untuk mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju WBK. Ia menyebutkan, Kemenag Kota Tual pada tahun 2025 telah lolos hingga tahap Tim Penilai Internal (TPI).

“Kunjungan silaturahmi penuh dengan kekeluargaan, meski dalam rangka efisiensi. Namun kita tetap semangat membangun zona integritas WBK. Pada tahun 2025 kami sudah lolos hingga tim TPI. Harapan kami di tahun ini nanti kami lolos menuju TPN. Selanjutnya kami mohon binaannya dalam membangun zona integritas menuju WBK. Kami ingin menggali potensi-potensi yang ada di Kulon Progo untuk diterapkan di Kemenag Kota Tual,” tutur Neni.

Ia juga menyinggung arahan Menteri Agama terkait pelaksanaan Astaprotas dan pelayanan berdampak bagi masyarakat. Karena itu, Kemenag Kota Tual berupaya meningkatkan pelayanan prima melalui pembangunan WBK, sekaligus berharap adanya pendampingan lanjutan dari Kemenag Kulon Progo, baik secara daring maupun luring.

“Adanya Perintah dari Menteri Agama untuk mensukseskan Astaprotas dan memberikan pelayanan yang berdampak. Maka kita berupaya untuk dapat memberikan pelayanan prima bagi masyarakat dengan mewujudkan WBK. Kami ingin terus menggali potensi yang ada di Kemenag Kulon Progo, dan selajutnya kami berharap bisa dilakukan pedampingan melalui daring maupun luring,” pungkasnya.(prg,wur)