Kulon Progo, suarapasar.com – Upaya membangun kemandirian dan keterampilan siswa terus dilakukan MTsN 6 Kulon Progo melalui kegiatan Pramuka. Salah satunya dengan menggelar latihan pembuatan pioneering dasar yang diikuti siswa kelas VII sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Pioneering merupakan teknik Pramuka yang mengombinasikan ikatan dan simpul tali untuk membentuk konstruksi fungsional, seperti menara pandang, tiang bendera, hingga jembatan sederhana.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman madrasah pada Jumat (30/1/2026) siang tersebut diikuti sebanyak 128 siswa kelas VII yang dibagi dalam beberapa kelompok. Selain menjadi sarana praktik keterampilan bertahan hidup, latihan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas, kekompakan, serta kemampuan bekerja sama antarsiswa.
Pembina Pramuka MTsN 6 Kulon Progo, Sihono, menyampaikan bahwa latihan pioneering bertujuan melatih ketelitian, keterampilan tali-temali, serta kerja sama tim. ” Pioneering akan kokoh berdiri jika dipasang dengan benar. Oleh karena itu kerjasama yang kompak dan keterampilan tali-temali sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Di bawah pendampingan Dewan Penggalang (DP), para siswa tidak hanya mendapatkan materi pioneering dasar, tetapi juga diperkenalkan penggunaan sandi morse sebagai bagian dari pelatihan survival. Setelah menerima penjelasan teori, peserta langsung mempraktikkan pendirian kaki tiga dan penyambungan tongkat secara berkelompok di lapangan madrasah.
Aktivitas ini dirancang untuk membangun kemampuan bertahan hidup, kerja sama, dan kemandirian siswa di alam terbuka. Hambatan atau kesulitan yang ditemui adalah dalam mencari lokasi yang sesuai, ketersediaan fasilitas alam yang terbatas, dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Salah satu peserta dari kelas VIIB, Muhammad Fadil Winanto merasa senang. Karena mendapatkan ilmu baru untuk survive di alam terbuka. ”Hal menarik pada saat membuat pioneering di alam terbuka adalah adanya sensasi petualangan yang berbeda. Kita mendapatkan ilmu tentang cara tali temali yang baik dan benar serta ilmu bertahan hidup di alam liar,” terangnya.
Kegiatan Pramuka dengan praktik pendirian bivak terbukti menjadi salah satu sarana efektif dalam pendidikan karakter dan keterampilan hidup bagi generasi muda di lingkungan madrasah.)prg,wur)
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat








