Abdi Dalem Keraton di Kulon Progo Berkumpul, Rawat Pijar Tradisi Lewat Silaturahmi dan Karawitan

Kulon Progo, suarapasar.com – Puluhan Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berdomisili di Kulon Progo menggelar silaturahmi sekaligus gladhen karawitan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Minggu (25/1) malam. Kegiatan ini menjadi upaya bersama menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai budaya Jawa di tengah dinamika zaman.

Meski sempat tertunda selama sepekan akibat agenda kedinasan, kegiatan tersebut tetap berlangsung dengan antusias. Suasana pendopo pun dipenuhi harmoni alunan gamelan dan tembang Jawa yang dibawakan para Abdi Dalem, menandai kuatnya semangat kebersamaan dalam merawat warisan budaya.

Pengajeng Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, KRT Wijoyo Pamungkas, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti puluhan dari lebih 100 Abdi Dalem yang tergabung dalam paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta wilayah Kulon Progo. Pertemuan ini menjadi ruang berkumpul lintas kategori Abdi Dalem, mulai dari Keprajan, Punakawan, hingga Keprajuritan.

“Intinya pertemuan ini merupakan salah satu program kegiatan Abdi Dalem Keprajan di wilayah Kulon Progo dalam rangka melaksanakan program membantu pemerintah dalam pembangunan kemasyarakatan. Kami juga mengadakan gladhen karawitan yang sejak satu tahun lalu sudah dimulai,” ujar KRT Wijoyo Pamungkas dengan nada teduh.

Ia menambahkan, kegiatan yang rutin digelar berpindah-pindah lokasi tersebut diharapkan mampu menjadikan Abdi Dalem sebagai sumber keteladanan di lingkungannya masing-masing.

“Harapan kami, Abdi Dalem bisa melaksanakan Hamemayu Hayuning Bawono dan memberi pencerahan kepada masyarakat yang berkaitan dengan Kraton,” tambahnya.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang bertindak sebagai tuan rumah, tampak larut dalam suasana kekeluargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa rumah dinas bupati adalah rumah bagi kebudayaan.

“Tujuanipun untuk melestarikan budaya Keraton Ngayogyakarta yang adiluhung, yang berbudaya tinggi. Harapannya bisa berkembang di seluruh lapisan masyarakat karena memang betul Kulon Progo cukup bagus,” ungkap Agung Setyawan.

Selain latihan seni, pertemuan ini juga diisi dengan Pawiyatan atau sesi pembelajaran mengenai filosofi Kasultanan. Hal ini dilakukan agar status Abdi Dalem tidak hanya melekat pada pakaian yang dikenakan, tetapi juga meresap dalam perilaku sehari-hari sebagai teladan masyarakat.(prg,wur)