Yogyakarta (26/01/2026), suarapasar.com – Wajah pariwisata DIY dan sekitarnya bersiap memasuki babak baru yang lebih kolaboratif. Hal ini mengemuka usai Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima Direktur Utama Injourney Destination Management (PT TWC), Febrina Intan pada Senin (26/01) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Usai pertemuan tersebut, Febrina Intan menyampaikan bahwa pertemuan dengan Sri Sultan menjadi momentum penting bagi TWC untuk menyelaraskan langkah dalam memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif di DIY. Sejalan dengan arahan Sri Sultan, pengembangan pariwisata dinilai tidak boleh terjebak pada sekat sektoral maupun ego-sistem, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi lintas pihak yang solid.
“Pesan khusus beliau yang paling krusial adalah kolaborasi. Kita tidak boleh hanya menonjolkan satu atau dua titik saja seperti Prambanan atau Borobudur. Promosi yang dilakukan harus mengemas seluruh ekosistem yang ada di Yogyakarta secara utuh,” ujar Febrina.
Selain penguatan destinasi, perhatian juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Febrina mengungkapkan keinginan TWC untuk belajar dari Pemda DIY dalam mengelola UMKM, khususnya melalui platform SiBakul. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM lokal naik kelas serta terlibat aktif dalam rantai pasok sektor pariwisata di bawah naungan InJourney.
“Kami masih perlu banyak belajar, terutama bagaimana pengembangan UMKM melalui SiBakul bisa kita integrasikan agar manfaat keberadaan destinasi kami benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Febrina menjelaskan adanya rencana strategis penguatan calendar of events tahunan, mulai dari International Wellness Day hingga peringatan Satu Suro yang akan dikemas lebih atraktif. Penguatan narasi wisata menjadi fokus agar wisatawan tidak sekadar berkunjung singkat, tetapi memiliki pengalaman bermakna dan tinggal lebih lama.
“Kita ingin wisatawan punya cerita. Jadi tidak sekadar datang, foto, lalu pergi. Kita bangun konektivitas dan narasi agar setiap kunjungan memiliki makna,” jelas Febrina.
Isu konektivitas turut menjadi perhatian dalam kolaborasi ini. InJourney berkomitmen mempermudah akses wisatawan mancanegara maupun nusantara agar distribusi kunjungan ke berbagai destinasi di Yogyakarta dan sekitarnya berjalan lebih terintegrasi.
Melalui kolaborasi tersebut, situs-situs besar seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko diharapkan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pariwisata DIY menuju level internasional dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum Srie Nurkyatsiwie, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, serta Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara.(prg,wur)








