Jambore PSKS DIY 2026: Perkuat Sinergi Relawan, Dorong Aksi Nyata Kesejahteraan Sosial

Gunungkidul (16/04/2026), suarapasar.com – Penguatan kapasitas relawan sosial menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas persoalan sosial di masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan Jambore Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) DIY 2026 yang digelar di Bejiharjo Edupark, Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (16/04/2026).

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan bahwa keberhasilan kebijakan sosial tidak hanya bergantung pada program dan bantuan, tetapi juga pada soliditas para pelaku di lapangan. Ia menegaskan pentingnya menjadikan jambore sebagai ruang konsolidasi dan pembelajaran bersama bagi seluruh elemen PSKS.

“Kegiatan ini adalah ruang konsolidasi. Bukan sekadar kegiatan bersama. Ini adalah proses pembelajaran bersama,” kata Sri Paduka.

Jambore yang diikuti 450 relawan ini berlangsung selama dua hari, 16–17 April 2026. Para peserta berasal dari berbagai unsur PSKS seperti Karang Taruna, Tagana, TKSK, pendamping PKH, hingga pekerja sosial. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kerja antarrelawan.

Sri Paduka menekankan bahwa pendekatan ke depan harus berfokus pada penguatan kapasitas individu, bukan sekadar pencapaian target kegiatan. Hal ini penting mengingat persoalan sosial di lapangan bersifat kompleks dan saling berkaitan.

“Penguatan PSKS bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Kesejahteraan sosial dibangun oleh kerja bersama yang terhubung, saling percaya, dan bergerak dalam tujuan yang sama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut para relawan sebagai pahlawan kemanusiaan yang berperan langsung di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum jambore sebagai sarana memperkuat komitmen pengabdian.

“Sesuai tema ‘Berdaya Bermartabat’, kegiatan ini adalah momentum untuk menguatkan mental dan kapasitas kita. PSKS bukan sekadar pemberi bantuan, tetapi penggerak kemandirian masyarakat,” tegas Endah.

Dalam laporan teknisnya, Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan jambore diisi dengan berbagai aksi sosial, seperti pemeriksaan kesehatan dan mata gratis, donor darah, hingga layanan konsultasi melalui Angkringan Konco Curhat.

Selain itu, kegiatan ini juga diiringi dengan penyaluran bantuan sosial, di antaranya santunan Rp145 juta untuk 500 anak yatim dan dhuafa, serta bantuan operasional Rp40,3 juta untuk tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial. Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui penanaman 400 bibit pohon serta kegiatan bersih tempat ibadah.

Melalui sinergi antara pemerintah, relawan, dan berbagai pihak, Jambore PSKS DIY 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan sistem kesejahteraan sosial yang lebih solid, responsif, dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.(prg,wur)