Yogyakarta (22/12/2025), suarapasar.com – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih empat penghargaan Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 dari Kementerian Pariwisata RI. Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Senin (22/12) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Didampingi Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, Deddy menyampaikan bahwa Gubernur DIY memberikan apresiasi atas raihan empat penghargaan tersebut. Adapun penghargaan yang diraih DIY meliputi dua kategori Sustainable Hotel, satu kategori Kelompok Sadar Wisata Terbaik Nasional, serta satu kategori Desa Wisata Terbaik Nasional berbasis alam.
Pada kategori Sustainable Hotel, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro meraih Gold Winner Sustainable Hotel Bintang 4, sementara The 101 Yogyakarta Tugu menyabet Silver Winner Sustainable Hotel Bintang 4. Sementara itu, Pokdarwis Cokrodiningratan Kota Yogyakarta meraih Juara 3 kategori Kelompok Sadar Wisata Terbaik Nasional, dan Desa Wisata Tepus, Kabupaten Gunungkidul, menempati Juara Harapan 3 kategori Desa Wisata Terbaik Nasional Berbasis Alam.
“Jadi ini prestasi yang sangat membanggakan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Gubernur memberikan apresiasi, kemudian juga mewanti-wanti, memberi arahan kepada kita untuk selalu menjaga itu (komitmen). Karena komitmen itu sangat diperlukan. Jangan penghargaan ini menjadikan kita terlena, tetapi justru akan meningkatkan pariwisata DIY dan juga bisa dicontoh anggota PHRI yang lainnya,” tuturnya.
Deddy menjelaskan bahwa ajang WIA 2025 merupakan kali pertama digelar sebagai bentuk apresiasi bagi insan pariwisata yang berkontribusi nyata dalam pengembangan pariwisata nasional. Ia menyebut, dua hotel di Yogyakarta tersebut berhasil unggul di antara sekitar 400 hotel se-Indonesia yang mengikuti ajang tersebut.
“Kalau Pokdarwis menyisihkan sekitar 8.000 sekian. Desa wisata juga sama, sekitar segitu juga. Semoga ini menjadi promosi untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, bisa menjadi branding untuk DIY, menguatkan pariwisata. Kenyataannya Yogyakarta menjadi pilihan wisatawan mengalahkan Bali loh,” ucap Deddy.
Selain membahas capaian penghargaan, Deddy juga melaporkan kondisi okupansi hotel di DIY pada periode Natal dan Tahun Baru yang mengalami penurunan sekitar 10–15 persen dibandingkan tahun 2024. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi, larangan studi tour, serta melemahnya daya beli masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, turut mengapresiasi peran PHRI DIY dan para penerima penghargaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat guyub sesarengan untuk menjaga eksistensi dan kemajuan pariwisata DIY ke depan.(prg,wur)






