Capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kulon Progo Baru 5 Persen

Kulon Progo, suarapasar.com : Capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kulon Progo masih minim.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kulon Progo, Aspiyah menjelaskan capaian aktivasi IKD masih jauh dari target yang ditetapkan nasional sebanyak 30% warga yang sudah perekaman KTP elektronik. Hingga Sabtu (5/7/2025) capaian aktivasi IKD baru sekitar 5 %.

“Per Sabtu capaian IKD di Kulon Progo itu untuk ada 17.443 jiwa atau sekitar 5,02%. Capaiannya baru itu. Kan masih masih kecil dibanding dengan 30% ya,” kata Aspiyah saat menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kulon Progo Senin (7/7/2025).

Masih rendahnya capaian aktivasi IKD ditengarai karena masih adanya keragu-raguan masyarakat akan keamanan data pribadi di dunia digital.

“Warga masyarakat ada yang memang kurang kesadarannya gitu. Ada juga yang masih takut-takut kan. Takut tadi datanya dibobol karena kan datajya di HP jadi khawatir. Misalnya ketika HP hilang jangan-jangan nanti data pribadi juga diambil orang. Nah, padahal selama di HP pun misalnya hilang pun kalau misalnya yang menemukan HP-nya itu tidak tahu PIN untuk masuk aplikasi IKD ya tidak akan ini tidak akan bisa membobol gitu. Artinya data itu tetap aman,” terangnya.

Aspiyah mengaku akan terus berupaya mempercepat capaian IKD. Diantaranya dengan membuka loket khusus IKD bersamaan dengan loket ruang rekam dan cetak KTP elektronik.

“Di Dinas Dukcapil itu kita ada layanan khusus IKD.

Di loketnya adalah bersamaan dengan loketnya ruang rekam cetak KTP. Jadi setiap kali ada orang yang cetak KTP ya, ada cetak baru karena mungkin hilang, rusak atau karena ada peristiwa penting perubahan data kependudukan misalnya pernikahan yang tadinya belum kawin jadi kawin atau yang tadinya cerai hidup atau cerai mati, perubahan status pekerjaan maupun pendidikan dan lain-lain itu bisa cetak KTP baru gitu ya. Nah, ini kita layani sekalian aktivasi IKD,” tuturnya.

*Jemput Bola Aktivasi IKD, Disdukcapil Kulon Progo Undang 900 Warga Pengasih*

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan jemput bola dengan menggelar pelayanan aktivasi IKD di kalurahan-kalurahan dengan jadwal tertentu. Ditargetkan jemput bola aktivasi IKD bisa dilaksanakam minimal di satu Kalurahan setiap minggunya.

“Kemudian, kami kerja sama dengan kalurahan/ kelurahan se- Kulon Progo untuk melayani IKD di kalurahan. Jadi nanti dari kalurahan itu mana yang misalnya warganya yang paling banyak pedukuhannya kita datangi. Contoh ini besok, Insyaallah hari Rabu tanggal 9 Juli 2025 kami akan membuka layanan IKD di Kalurahan Pengasih untuk warga Padukuhan Terbah dan Padukuhan Pengasih. Itu sekitar 900 lebih ya warganya yang berumur antara 20 sampai 50 tahun. Asumsinya mereka juga memiliki HP, Android, kemudian kita Dukcapil mengundang secara resmi melalui Pak Dukuh Pak RW,” tuturnya lagi.

Pelayanan jemput bola IKD di Kalurahan dimulai jam 8 pagi sampai jam 16 dengan jadwal bergiliran.

“Yang kami undang satu kalurahan dari dua padukuhan 900 orang, kalau datang 300 saja misal seminggu sekali ada satu kali layanan di kalurahan ya 300 kali 88 kalurahan/kelurahan. Kami optimis target aktivasi IKD 30 persen warga ini bisa tercapai,” imbuhnya.

Yang tidak kalah penting, kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivasi IKD.

“Kami juga menghimbau mereka menyadari pentingnya IKD karena nantinya layanan di perbankan, layanan e-tiketing dan semuanya itu nanti akan memanfaatkan IKD,” imbuhnya.

*Waspada Penipuan IKD*

Masih terkait IKD, Aspiyah juga mengimbau masyarakat mewaspadai maraknya penipuan layanan aktivasi IKD secara daring.

“Jadi penipuan tentang layanan IKD untuk install dengan melalui video call atau telepon atau Zoom dan sebagainya itu itu adalah penipuan. Jadi itu modus penipuan IKD karena mereka akan jelas minta NIK-nya, minta HP-nya, email-nya, data pribadi itu kan enggak boleh karena ada undang-undang 27 tahun 2022 tentang undang-undang perlindungan data pribadi. Jadi saya menghimbau kepada segenap masyarakat jangan mudah percaya kalau ada yang mengaku pun sebagai staf Dukcapil harus klarifikasi kami,” kata Aspiyah Kepala Dinas Kependudukan dam Catatan Sipil Kulon Progo.

Aspiyah menegaskan layanan aktivasi IKD hanya dilakukam di kantor Disdukcapil Kulon Progo atau jemput bola di Kalurahan secara resmi.

“Jadi layanan IKD itu hanya kita lakukan ketika datang ke Dukcapil atau kita jemput bola secara resmi. Jadi kalau ada orang perorangan mengaku, saya staf Dukcapil, mau mendampingi instal IKD itu jangan dipercaya, itu adalah modus penipuan,” tandasnya.

Aspiyah menekankan agar masyarakat selalu waspada agar tidak menjadi korban penipuan.

“Oleh karena itu saya berharap masyarakat apa namanya, sangat apa namanya, berhati-hati, waspada dengan adanya penipuan instal IKD gitu sehingga nanti tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” harap Aspiyah. (wds/drw)