UMY Terjunkan 1.974 Mahasiswa KKN untuk Wujudkan Smart Village Berbasis Inovasi dan Nilai Keislaman

Yogyakarta, suarapasar.com – Mewujudkan desa cerdas berbasis nilai dan ilmu pengetahuan kini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pembangunan masyarakat di era transformasi digital. Dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat tak lagi diposisikan sebagai pelengkap akademik, melainkan sebagai ruang utama bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, memperluas cakrawala empati, serta menerapkan ilmu secara nyata dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk implementasi pengabdian tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melepas sebanyak 1.974 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap T.A. 2024/2025. Kegiatan ini mengusung tema “Smart Village: Desa Pintar Berbasis Inovasi dan Kewirausahaan” dengan lima skema pelaksanaan, yaitu Reguler, Mandiri 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), Kawasan, Muhammadiyah-‘Aisyiyah, dan LEX Kolaborasi SP (Singapore Polytechnic).

Sebanyak 1.171 mahasiswa akan disebar di empat kabupaten di DIY: Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Selain itu, 40 mahasiswa mengikuti KKN Kawasan di luar DIY seperti Magetan, Ponorogo, Banjar, dan Cilacap. Sebanyak 198 mahasiswa lainnya diterjunkan ke wilayah 3T seperti Biak, Lembata, dan Wakatobi.

UMY juga memperluas jangkauan pengabdiannya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Sebanyak 12 mahasiswa mengikuti KKN di Universitas Muhammadiyah Riau dalam rangka pembinaan masyarakat berbasis dakwah kultural.

“Menambah warna global, 23 mahasiswa asing dalam program KKN Learning Express (LEX) juga turut serta mengabdi di Desa Girikerto, Sleman, bersama mahasiswa UMY. Program prototipe yang mereka bawa diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya seperti dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kader Muhammadiyah yang membawa nilai-nilai etika, keteladanan, dan kebermanfaatan. Peserta KKN tersebut harus dapat mencerminkan nilai-nilai luhur Muhammadiyah di masyarakat, di mana tugas mahasiswa bukan hanya mengabdi, tetapi juga menginspirasi dan memberi teladan untuk masyarakat sekitar.

Senada dengan Sabtani, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Arba Riksawan Qomaru, S.E., mengingatkan bahwa setiap aktivitas mahasiswa harus mencerminkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Seluruh kegiatan KKN diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan mendorong lahirnya smart village yang mandiri secara sosial maupun ekonomi.

“Bawa ciri khas UMY. Tunjukkan bahwa kita hadir bukan sekadar untuk menjalankan program, tapi untuk memajukan masyarakat dengan nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Selain itu, jagalah etika dan akhlak selama berada di lokasi. Belajarlah dengan rendah hati, dan abdikan pengabdian ini sebagai bagian dari ibadah dan amal saleh kalian,” pesan Qomaru.

Melalui KKN tahun ini, UMY berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi agen transformasi sosial yang mengusung nilai-nilai Islam berkemajuan. Bukan sekadar menyelesaikan program, tetapi meninggalkan jejak manfaat yang nyata dan berkelanjutan.(prg,wur)