Ramp Check Gabungan di Pantai Drini–Kukup, Enam Bus Pariwisata Tak Lolos Uji Kelaikan

Gunungkidul, suarapasar.com — Dalam rangka memastikan keselamatan dan kelaikan operasional kendaraan angkutan umum, pariwisata, dan angkutan barang, dilaksanakan kegiatan ramp check gabungan pada Sabtu, 14 Februari 2026 mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di area Parkir Wisata Pantai Drini dan Parkir Wisata Pantai Kukup, Kabupaten Gunungkidul, sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan wisata.

Ramp check ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar laik jalan, aman, serta sesuai ketentuan teknis dan administratif. Pemeriksaan menyasar kondisi teknis kendaraan dan kelengkapan administrasi sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kepatuhan pengemudi, serta memberikan rasa aman bagi penumpang di kawasan dengan mobilitas tinggi.

Kegiatan ini merupakan sinergi lintas instansi yang melibatkan unsur Ditlantas Polda DIY, Polres Gunungkidul, Dinas Perhubungan, BPTD, Polisi Militer, serta Samsat Gunungkidul. Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam pengawasan dan pembinaan operasional angkutan di wilayah Gunungkidul.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari total 14 armada bus angkutan pariwisata yang diperiksa, terdapat enam armada yang dinyatakan tidak lolos uji kelaikan. Meskipun demikian, seluruh kendaraan tersebut tercatat memiliki Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) Jasa Raharja dalam kondisi aktif. Hasil ini menjadi perhatian bersama agar pengelola dan pengemudi kendaraan lebih meningkatkan kesiapan teknis kendaraan sebelum beroperasi, demi keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Pelaksana Administrasi Tk. II Samsat Gunung Kidul, Ricky Permana Putra menyampaikan bahwa kegiatan ramp check bersama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya pada angkutan umum dan pariwisata di kawasan destinasi wisata. Menurutnya, keselamatan transportasi harus menjadi prioritas utama, terlebih pada momentum tingginya mobilitas masyarakat menuju lokasi wisata. Ramp check menjadi instrumen penting untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar teknis dan administratif sehingga mampu memberikan rasa aman bagi penumpang.

Ricky Permana juga menegaskan bahwa sinergi antara Jasa Raharja, Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan Polisi Militer merupakan wujud kolaborasi strategis dalam menciptakan sistem transportasi yang berkeselamatan. Tidak hanya melakukan pengawasan terhadap aspek teknis kendaraan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada para pengemudi dan pengelola angkutan agar lebih disiplin dalam melakukan perawatan kendaraan serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan langkah preventif seperti ini, diharapkan potensi kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

Lebih lanjut, Ricky Permana menambahkan bahwa dari sisi perlindungan, kepastian keaktifan Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) juga menjadi perhatian penting. Ia berharap kegiatan ramp check dapat terus dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat. Dengan pengawasan yang konsisten serta kesiapan kendaraan sejak dini, diharapkan tercipta transportasi yang aman, tertib, dan mampu mendukung sektor pariwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.(ags,prg)