KOPI QRISNA Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah, Wujudkan Yogya sebagai Smart City

Sleman – Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Kota Yogya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya terus menghadirkan layanan berbasis teknologi. Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah KOPI QRISNA atau Kolaborasi Peningkatan Transaksi Nontunai melalui QRIS Dinamis, yang menjadi unggulan dalam membangun ekosistem digital yang efisien dan transparan.

Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber talkshow bertajuk akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi dan inovasi pembayaran digital yang digelar di Royal Ambarukmo Hotel, Senin (4/8/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sistem ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk mendigitalisasi layanan publik.

“Kami ingin mendorong masyarakat untuk terbiasa dengan sistem pembayaran nontunai yang lebih cepat, aman, dan transparan. KOPI QRISNA bukan hanya sekadar teknologi, tapi juga langkah strategis dalam mendigitalisasi layanan publik secara menyeluruh,” ungkapnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dalam implementasinya, KOPI QRISNA telah mengintegrasikan sistem pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD) ke dalam aplikasi Jogja Smart Service (JSS), yang kini memiliki lebih dari 300 ribu pengguna aktif. Pengguna dapat melakukan transaksi nontunai tanpa biaya tambahan melalui aplikasi tersebut.

Selain itu manfaat KOPI QRISNA juga telah diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya. Beberapa di antaranya mencakup

Pembayaran retribusi pengelolaan air limbah, pembayaran retribusi pasar tradisional, pembayaran sewa rumah susun sederhana sewa (rusunawa), serta pembayaran sewa aset milik daerah.

Dengan hadirnya QRIS dinamis di sektor-sektor tersebut, lanjutnya, masyarakat dapat melakukan transaksi hanya dengan memindai kode QR yang telah disediakan secara real-time melalui aplikasi JSS atau platform perbankan digital.

Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan pelaku usaha dalam membayar kewajiban mereka. Hal ini diyakini akan memperkuat penerimaan daerah secara berkelanjutan serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi lokal.

“Transformasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang cara baru dalam melayani masyarakat. Ini adalah wujud dari komitmen kami untuk menjadikan Kota Yogya sebagai smartcity yang adaptif, cerdas, dan siap bersaing di era digital,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut juga diluncurkan QRIS TAP Sektor Transportasi di wilayah DIY dan Kick Off QRIS Jelajah Indonesia 2025 yang dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

Dengan peluncuran tersebut Wali Kota berharap dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antar lembaga, dan mempercepat transformasi digital di DIY. (Han)