Kulon Progo, suarapasar.com – Semangat kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi perempuan berpadu hangat dalam kegiatan Bakti Sosial Ramadhan dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang digelar di Aula Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi transformasi digital ekonomi perempuan melalui sinergi lintas sektor, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Kehadiran IWAPI DIY tidak hanya membawa semangat perayaan organisasi, tetapi juga menghadirkan aksi nyata berbagi dan menguatkan masyarakat.
Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, ST., M.Sc., MM. mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial Ramadhan yang digagas IWAPI DIY di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai kemanusiaan dan spiritual yang kuat, karena menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Bakti sosial Ramadhan ini adalah wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong. Bantuan yang disalurkan kepada SLB, panti asuhan, pelaku UMKM, komunitas anak, kelompok disabilitas, mahasiswa, serta fakir miskin mencerminkan kehadiran IWAPI di tengah masyarakat,” ujar Agung seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Ia menilai Ramadhan sebagai momentum strategis untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepekaan sosial. Aktivitas berbagi yang dilakukan IWAPI DIY dinilai sejalan dengan nilai-nilai Ramadhan yang menekankan empati, kepedulian, dan kebersamaan.
“Kepedulian sosial adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan berkeadilan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk IWAPI, dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi perempuan dan pelaku UMKM,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD IWAPI DIY, Dr. Utik Bidayati, SE, MM, menyampaikan bahwa kegiatan di Kulon Progo terasa istimewa karena menggabungkan dua agenda besar, yakni bakti sosial Ramadhan dan peringatan HUT ke-51 IWAPI. Melalui kegiatan ini, IWAPI berupaya memperkuat peran perempuan pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan meningkatkan daya saing.
“Kami sebagai pelaku usaha ingin memperkuat fondasi dan mengupayakan transformasi digital dunia usaha. IWAPI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya perempuan, agar mampu naik kelas dan berdaya saing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa digelar secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di DIY. Setelah sebelumnya berlangsung di Kota Yogyakarta, tahun ini Kabupaten Kulon Progo menjadi lokasi pelaksanaan. IWAPI berharap dalam lima tahun mendatang, pelaku usaha perempuan di Kulon Progo semakin berkembang dan aktif berkolaborasi dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Kami yakin, dari langkah kecil dan sinergi yang kuat, akan lahir perubahan besar. Kabupaten Kulon Progo kami pandang siap untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, semangat berbagi, pemberdayaan, dan kolaborasi lintas sektor diharapkan terus menguat, menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berkeadilan menuju masa depan Indonesia yang gemilang.(prg,wur)







