Sleman, suarapasar.com — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya kecelakaan lalu lintas, telah dilaksanakan kegiatan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) bagi aparatur, Karang Taruna, serta Ketua RT dan RW Kelurahan Trihanggo pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Kantor Kelurahan Trihanggo, Sleman, dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang.
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar peserta dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat agar mampu merespons situasi darurat secara mandiri sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
Kegiatan ini menghadirkan Dharmawan Lingga Artama dari UPT PSC 119 Sleman sebagai narasumber, didukung Kepala Subbagian Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta Septian Gunawan, serta Lurah Trihanggo Budi Supriyanta. Seluruh pihak terlibat aktif dalam memastikan pelaksanaan pelatihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti materi teori maupun praktik langsung pertolongan pertama. Melalui pelatihan PPGD ini, aparatur, pemuda, dan tokoh masyarakat Kelurahan Trihanggo diharapkan semakin siap dan sigap dalam memberikan pertolongan awal saat terjadi kecelakaan, sehingga risiko fatalitas dapat ditekan.
Kepala Sub Bagian Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta, Septian Gunawan menyampaikan bahwa kegiatan PPGD bagi aparatur, Karang Taruna, serta Ketua RT dan RW Kelurahan Trihanggo merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan awal kondisi kegawatdaruratan, khususnya kecelakaan lalu lintas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Jasa Raharja dalam meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Dengan aparatur, pemuda, serta tokoh masyarakat yang terlatih, diharapkan penanganan awal korban kecelakaan dapat dilakukan lebih optimal, sehingga mampu menurunkan risiko fatalitas dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, tanggap, dan berkeselamatan.”(ags,prg)







