99 Pendonor Darah Sukarela Terima Penghargaan PMI DIY 2026

Yogyakarta, suarapasar.com – Sebanyak 99 pendonor darah sukarela menerima Penghargaan Donor Darah Sukarela 75 Kali PMI DIY Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X bersama Ketua PMI DIY pada Minggu (14/6/2026) di Atrium Shinta, Sleman City Hall.

Penghargaan tersebut diberikan kepada para pendonor darah yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali. Para penerima penghargaan berasal dari PMI Kabupaten Bantul sebanyak 10 orang, PMI Kabupaten Kulon Progo 11 orang, PMI Kabupaten Gunungkidul 13 orang, PMI Kabupaten Sleman 18 orang, dan PMI Kota Yogyakarta sebanyak 47 orang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang secara konsisten menunjukkan kepedulian kemanusiaan melalui donor darah sukarela.

“Donor darah adalah tindakan sederhana dalam bentuknya, tetapi besar dalam maknanya. Darah yang didonorkan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk diambil, tetapi bagi seseorang yang sedang terbaring di ruang perawatan, bagi pasien yang menjalani operasi, bagi ibu yang menghadapi persalinan berisiko, atau bagi korban kecelakaan, darah itu dapat menjadi batas antara harapan dan kehilangan”, tutur KGPAA Paku Alam X.

Menurut Sri Paduka, capaian mendonorkan darah sebanyak 75 kali bukanlah hal yang sederhana karena mencerminkan disiplin, kepedulian sosial, serta komitmen kemanusiaan yang terus dijaga dalam jangka panjang.

“Tujuh puluh lima kali bukanlah angka biasa. Di dalamnya terdapat disiplin, kesediaan menjaga kesehatan, kepekaan sosial, dan kesetiaan pada panggilan kemanusiaan. Pendonor darah telah membuktikan, bahwa kepedulian bukan semata-mata ucapan, melainkan perbuatan yang diulang dengan kasadaran dan ketulusan”, jelas Wakil Gubernur sekaligus Dewan Kehormatan PMI DIY.

Ia juga menegaskan bahwa donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor itu sendiri. Selain membantu menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin, donor darah turut mendorong penerapan pola hidup sehat.

“Namun, lebih dari manfaat kesehatan tersebut, donor darah mengajarkan satu nilai yang sangat mendasar bahwa hidup manusia selalu terhubung dengan hidup manusia lainnya. Dalam setetes darah yang diberikan, ada pesan bahwa keselamatan orang lain adalah bagian dari tanggung jawab bersama”, ungkap KGPAA Paku Alam X.

Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, mengatakan momentum Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni menjadi waktu yang tepat untuk memberikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi menyelamatkan banyak nyawa.

“Hari ini bertepatan dengan hari donor darah sedunia 14 Juni, merupakan momentum penting untuk menyampaikan apresiasi kepada pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan jiwa sesama dan meningkatkan pemahaman akan kebutuhan donor darah secara teratur. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang telah menyumbangkan darahnya secara sukarela, menjadi inspirasi dan mengingatkan kita akan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Setetes Darah untuk Kemanusiaan. Berikan Darah. Selamatkan Kehidupan”, tutur GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah dapat terjadi kapan saja, baik dalam kondisi darurat akibat bencana maupun untuk penanganan berbagai penyakit dan tindakan medis seperti persalinan berisiko, anemia berat, demam berdarah, thalasemia, hemofilia, gangguan ginjal, hingga operasi.

Menurut Gusti Prabu, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas sangat bergantung pada keberadaan pendonor darah sukarela. Oleh karena itu, PMI terus mendorong kampanye donor darah secara luas dan berkelanjutan untuk menjaring pendonor baru sekaligus mempertahankan pendonor rutin.

“Ketersediaan darah yang aman, terjangkau, dan berkualitas sangat bergantung pada keberadaan pendonor darah sukarela. Upaya promosi donor darah sukarela perlu dilakukan secara rutin, meluas, dan proaktif untuk meningkatkan jumlah pendonor darah baru di samping untuk mempertahankan pendonor darah sukarela yang telah menyumbangkan darahnya secara rutin”, jelas Gusti Prabu.

PMI DIY juga menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan darah yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai penutup, Gusti Prabu mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

“Saya mengucapkan terima terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pendonor darah sukarela yang memberikan darah bagi sesama dan dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus nilai-nilai kepalangmerahan yang terus berkobar dan berkelanjutan membantu umat manusia di dunia tanpa membedakan suku, bangsa, agama, dan ras. Saya mengajak kepada masyarakat terutama anak muda yang sehat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, dengan terus menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat. Mencari pacar yang transfusi berdonor darah secara rutin, darah saja diberikan apalagi cinta. Kalau mencari menantu juga carilah menantu yang rutin berdonor darah”, pungkas Gusti Prabu.(prg,wur)