Bantul, 03 November 2025, suarapasar.com – Dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di Daerah Istimewa Yogyakarta, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah DIY melaksanakan pemasangan rambu lalu lintas semi permanen di sejumlah titik rawan kecelakaan di Kabupaten Bantul pada Senin (3/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan kecelakaan (preventive action) yang rutin dilakukan oleh Jasa Raharja sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan. Pemasangan dilakukan di beberapa ruas jalan utama Bantul yang berdasarkan data kepolisian dan Jasa Raharja tercatat memiliki tingkat kecelakaan tertinggi di wilayah DIY.
Kepala PT Jasa Raharja Kanwil DIY, Regy S. Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Jasa Raharja, Ditlantas Polda DIY, Dinas Perhubungan DIY, serta Pemerintah Kabupaten Bantul.
“Bantul merupakan salah satu wilayah dengan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Melalui pemasangan rambu semi permanen ini, kami berharap dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dan menurunkan potensi kecelakaan, khususnya di titik-titik rawan laka,” ujar Regy S. Wijaya.
Rambu semi permanen yang dipasang berisi pesan-pesan edukatif dan peringatan keselamatan, seperti imbauan untuk mengurangi kecepatan, berhati-hati di tikungan tajam, serta mengingatkan pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman. Selain itu, kegiatan ini juga diiringi sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat sekitar dan para pengguna jalan.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Kanwil DIY menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas serta memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan jalan.
“Upaya pencegahan ini merupakan bagian dari strategi menekan potensi risiko sebelum terjadi kecelakaan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kami akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan jalan yang lebih aman di DIY,” tambah Regy.
Kegiatan serupa akan dilanjutkan di wilayah lain di DIY dengan tingkat risiko kecelakaan tinggi, seperti Sleman dan Kulon Progo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Zero Accident Area di Daerah Istimewa Yogyakarta.(ags,prg)








