Jogja Cling Bersihkan Vandalisme di Jembatan Kleringan, Wali Kota Turut Hadir

Jetis, suarapasar.com – Program Jogja Cling kembali digelar dengan menyasar pembersihan fasilitas umum. Setelah sebelumnya membersihkan kawasan Pasar Induk Giwangan, Jumat (28/8) tim Jogja Cling bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melakukan aksi bersih-bersih vandalisme di sepanjang Jembatan Kleringan.

Kegiatan yang diinisiasi Kodim 0734 Kota Yogyakarta ini bertujuan mewujudkan kota yang bersih, asri, dan nyaman. Dalam kesempatan tersebut, Hasto menekankan pentingnya semangat gotong royong atau Segoro Amarto, serta mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat.

“Tiada hari tanpa gotong royong. Kita harus membersihkan tempat ini tidak tergantung anggaran pemerintah daerah. Untungnya kita bisa kesini sekaligus rapat dengan Pak RW,” ujar Hasto seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pihaknya menambahkan, kunjungan ke wilayah sebaiknya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diikuti diskusi untuk mencari solusi. Dari pertemuan dengan Ketua RW 13 Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Pemkot Yogyakarta akan membantu pembuatan dua biopori jumbo di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah hari ini ada kesepakatan bertemu dengan Pak RW. Satu RW ini harus punya biopori yang cukup. Kalau kurang, kita tambah di tempat lain,” imbuhnya.

Selain itu, Hasto mengucapkan terima kasih kepada Anisku Group yang akan mendukung upaya memperindah bawah jembatan Klirengan. “Nanti akan di bantu Anisku Grup untuk merubah menjadi tempat yang unik dan kemudian menjadi tempat yang ikonik. perusahaan Anisku Group ini punya kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga nanti insyaallah dari Anisku ini akan menyulap bawah jembatan ini menjadi ikonik. Tidak harus mahal-mahal tapi memiliki nilai seni,” ungkapnya.

Ketua RW 13, Bartholomeus Bimo Indharto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemkot dan berbagai pihak. Menurutnya, persoalan sampah menjadi masalah utama yang perlu ditangani segera. “Permasalahan sampah ini yang paling mendesak untuk segera dituntaskan selain persoalan corat-coret. Bantuan biopori ini sangat berguna karena kami belum memiliki biopori kolektif,” katanya.

Sementara itu, Pemilik PT. Anisku Group, Andi W. Laurent, menegaskan komitmennya mendukung perbaikan lingkungan di kawasan tersebut. “Kami usahakan ada beberapa teman yang akan ikut membantu supaya sedikit demi sedikit Kota Jogja jadi lebih bagus, dengan kesadaran tanpa mengandalkan APBN,” ujarnya.(prg,wur)