Pemkot Yogyakarta Genjot OPD Kejar Target Kinerja Akhir Tahun

Umbulharjo, suarapasar.com – Menjelang penutupan tahun anggaran, Pemerintah Kota Yogyakarta menekankan percepatan realisasi kinerja fisik dan keuangan, terutama bagi OPD yang masih berada pada kategori sedang dan kurang. Dalam sisa waktu yang ada, seluruh perangkat daerah diminta segera mengejar target yang telah ditetapkan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pertemuan dengan seluruh OPD digelar untuk mengawal serta mengevaluasi capaian kinerja. Ia menilai masih banyak OPD yang selisih realisasinya sangat kecil sehingga belum mencapai target. Karena itu, OPD dengan capaian rendah diminta memetakan pekerjaan dan mengupayakan percepatan agar target bersama dapat terpenuhi.

“Ini sebagai baseline data untuk di akhir tahun ini. Waktu tinggal satu bulan setelah hari ini. Bagi yang belum bisa sesuai dengan harapan, harus berlari mengejar target,” kata Hasto saat rapat dinas capaian kinerja Pemkot Yogyakarta, Rabu (19/11/2025).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan Sekda Pemkot Yogyakarta Aman Yuriadijaya dalam rapat dinas terkait capaian kinerja.
Pemkot Yogyakarta mencatat rata-rata realisasi kinerja fisik sampai Oktober 2025 sebanyak 89,06 persen dan rata-rata proyeksi fisik sampai akhir 2025 mencapai 99,63 persen. Adapun status kinerja fisik OPD sampai Oktober 2025 terdapat 26 OPD kategori sangat tinggi, 16 OPD tinggi dan 1 OPD kategori sedang. Sedangkan kinerja keuangan sampai 14 November 2025 sebanyak 74,53 persen dengan proyeksi realisasi keuangan sampai akhir tahun 2025 mencapai 92,13 persen. Status kinerja keuangan sampai 14 November 2025 ada 24 OPD kategori tinggi, 16 OPD sedang dan 3 OPD rendah.

“Semua sudah sepakat bahwa nanti capaian fisik itu sekitar sembilan puluh sembilan persen koma sekian. Itu kan ekspektasi yang tidak boleh diubah. Jadi, teman-teman OPD tidak boleh membuat target itu tadi jadi melorot,” paparnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Beberapa OPD yang capaian kinerja keuangannya rendah antara lain Dinas PUPKP, Dinas Pariwisata, dan BPKAD. Untuk kategori kinerja fisik sedang terdapat Dinas PUPKP. OPD yang masih tertinggal diminta mengevaluasi apakah target masih bisa dikejar, termasuk apakah keterlambatan dipengaruhi efisiensi atau kendala teknis lain yang tidak dapat dihindari.

Hasto saat memberikan arahan dalam rapat dinas terkait capaian kinerja Pemkot Yogyakarta.
Hasto mencontohkan Dinas PUPKP harus memetakan pekerjaan yang sulit diselesaikan tepat waktu. Sekda, Asisten, dan Bappeda diminta memberikan pendampingan. Jika tetap tidak selesai sesuai jadwal, mekanisme denda dalam kontrak diminta diterapkan.

“Terutama PU (PUPKP) Itu harus diselesaikan. Kemudian BPKAD masih ada beberapa fisik yang harus diselesaikan. Saya kira dengan cara begitu, harus dikejar (kinerjanya) terus. Realisasi keuangan boleh kurang, asalkan itu efisiensi. Contoh Dinas KB (DP3AP2KB) realisasi keuangannya tidak tercapai karena efisiensi. Karena membangun gedung yang harusnya habis empat koma sekian miliar, ternyata cukup tiga koma enam miliar,” terang Hasto ditemui usai rapat.

Sementara itu Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menjelaskan realisasi kinerja fisik mengalami keterlambatan karena sejumlah pekerjaan tidak selesai sesuai target. Pekerjaan drainase disebut menjadi salah satu yang terlambat akibat penyedia kekurangan modal serta cuaca yang menghambat pelaksanaan. “Tapi sudah kami pastikan untuk sampai akhir tahun nanti pekerjaan selesai,” ucap Umi.(prg,wur)