Kulon Progo , suarapasar.com : Pelaksanaan progam kegiatan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo secara umum menunjukkan kinerja yang positif ditengah kebijakan efisiensi dan refocusing anggaran.
Kepala Bapperida Kabupaten Kulon Progo Muh. Aris Nugroho menyampaikan Realisasi Pendapatan Daerah hingga Triwulan II 2025 mencapai 99,04% dari target Triwulan II, dengan realisasi sebesar 787,81 miliar dari target 795,42 miliar.
Pendapatan Asli Daerah (PAD): melampaui target (106,41%), dengan realisasi 209,17 miliar dari target 196,56 miliar, realisasi retribusi melampaui target (117,51%).
Pendapatan Transfer: belum mencapai target (96,62%), dengan realisasi 578,64 miliar dari target 598,86 miliar, dan beberapa jenis pajak serta pendapatan transfer belum tercapai targetnya.
“Pajak Daerah yang belum tercapai: Reklame, MBLB, PBBP2, BPHTB, PBJT, Opsen PKB-BBNKB.
Pendapatan Transfer yang belum tercapai: IF, DBH, DAK, Transfer Antar Daerah (Bagi Hasil dan Danais). Perlu adanya peningkatan kinerja dan pengurangan potensi loss untuk realisasi retribusi, serta perhatian pada pajak daerah dan pendapatan transfer yang belum tercapai,” jelas Aris saat Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Kabupaten Kulon Progo Triwulan (TW) II Tahun 2025, yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kulon Progo di Aula Adikarto,Kamis, (31/7/2025).
Ditambahkan Aris, untuk realisasi fisik TW II telah mencapai 53.95 persen dari target 54.23 atau deviasi -0.28 persen, namun demikian realisasi keuangan TW II baru mencapai 42.77 dari target 58.49 atau masih terjadi deviasi -15.72.
“Ada beberapa catatan yang menjadikan deviasi ini, diantaranya beberapa pekerjaan fisik mundur karena proses perubahan APBD, adanya penjadwalan ulang kegiatan dan menunggu koordinasi pihak-pihak terkait, serta pelaksanaan beberapa kegiatan menunggu penyaluran Dana Transfer,” imbuhnya.
Diakui Aris, ada sejumlah kegiatan yang tertunda pelaksanaannya karena keterlambatan penyaluran Dana Transfer. Meski begitu, secara nasional persentase realisasi belanja APBD Kabupaten Kulon Progo mampu meraih peringkat empat nasional dari seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.
“Selain itu, pada Rakordal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) TW II Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menerima peringkat I Kinerja Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting 2024, Peringkat II Lomba Kalurahan se-DIY melalui Kalurahan Banjararum Kapanewon Kalibawang dan peringkat II Lomba Kelurahan se-DIY melalui Kelurahan Wates Kapanewon Wates,” katanya.
Dalam rakordal juga diserahkan penghargaan kepada Kinerja terbaik TW I Lingkup Eselon II Pemkab Kulon Progo diraih DPMPTSP disusul Disdukcapil dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Sedangkan untuk kinerja terbaik TW I Lingkup Eselon III diraih Kapanewon Wates, disusul Kalibawang dan Panjatan.
“Kinerja terbaik ini juga mendapatkan kenaikan insentif TPP,” katanya. (wds/drw)







