Bantul (23/01/2026), suarapasar.com – Pemerintah Daerah DIY menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) DIY sebagai mitra strategis dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah DIY sekaligus Penasihat MTI DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat menghadiri pelantikan Pengurus Baru MTI periode 2025–2028, Jumat (23/01).
Acara yang digelar di Ruang Amphitheater Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kasihan, Bantul, dihadiri sejumlah pejabat daerah, pimpinan perguruan tinggi, unsur dunia usaha, serta jajaran pengurus MTI pusat dan wilayah DIY. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun dialog dan kebijakan transportasi yang inklusif di DIY.
“Kami memandang MTI sebagai mitra berpikir yang membantu memastikan bahwa diskusi transportasi tetap rasional, kontekstual dan berorientasi jangka panjang. Dengan demikian, pelantikan pengurus MTI wilayah DIY Masa Bakti 2025-2028 hari ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai agenda seremonial. Ini adalah penegasan komitmen untuk terus merawat kualitas pemikiran dan dialog di bidang transportasi, sekaligus menjaga kesinambungan gagasan dari satu periode ke periode berikutnya,” tuturnya.
Ni Made menambahkan, pengelolaan transportasi di DIY menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran dalam perencanaan, konsistensi kebijakan, serta keterbukaan untuk terus belajar dari berbagai pengalaman dalam pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi.
“Dari uji coba itu, baru kita evaluasi bagaimana kemudian efektivitas atau kekurangan dari suatu kebijakan yang mungkin nantinya akan berkaitan dengan masyarakat. Itu prosesnya sangat panjang, tapi ini juga menjadi bagian dari kebijakan yang nantinya akan berdampak positif terutama ekonomi masyarakat di DIY,” tegas Ni Made.
Sementara itu, Ketua MTI Wilayah DIY terpilih periode 2025–2028, Dr. Ir. Noor Mahmudah, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng, menilai bahwa dinamika transportasi di DIY membutuhkan pendekatan adaptif dan berbasis data lintas sektor. Ia menekankan bahwa peran MTI tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga pembelajaran kebijakan dan keberlanjutan jangka panjang.
Ke depan, kepengurusan MTI DIY berkomitmen mendorong kolaborasi multi-pihak, membuka ruang partisipasi akademisi, profesional, dan masyarakat, serta merancang berbagai program strategis melalui kajian, forum, pelatihan, dan kemitraan.
“Untuk itu kami memulai periode ini dengan tiga langkah awal, yaitu pertama mencoba melakukan konsolidasi internal nantinya untuk memastikan struktur organisasi berjalan efektif dan adaptif. Yang kedua, menyusun program kerja prioritas yang relevan dengan kebutuhan daerah dan realitas implementasi di lapangan. Dan yang terakhir, mengembangkan mekanisme kerjasama dan kolaborasi yang lebih terbuka dan inklusif,” imbuhnya.(prg,wur)






